Amuk Gangster Haiti Makin Parah, 14 Mayat Tergeletak di Jalan

Selasa, 19 Maret 2024 - 13:45 WIB
Dia menduga para korban adalah mereka yang keluar pada malam hari, mencari makanan untuk anak-anak mereka.

Di tengah kekerasan yang terjadi pada Senin pagi, seorang hakim nyaris lolos dari serangan terhadap rumahnya, kata seorang kerabat korban kepada AFP.

Haiti telah dilanda pemberontakan geng bersenjata selama tiga minggu. Para gangster bersenjata mengatakan mereka ingin menggulingkan Perdana Menteri Ariel Henry.

Pekan lalu Henry setuju untuk mundur guna memungkinkan pembentukan pemerintahan sementara, menyusul tekanan dari negara-negara tetangga Karibia, termasuk badan regional Caricom, dan Amerika Serikat.

Situasi ini tetap mengerikan bahkan ketika Washington pada hari Senin menyuarakan harapan bahwa badan transisi untuk memimpin negara, yang dibentuk pada pertemuan krisis seminggu yang lalu, dapat siap “secepatnya hari ini”-–meskipun sampai malam itu belum ada yang diumumkan.

“Saya memahami bahwa para pemangku kepentingan Haiti hampir menyelesaikan keanggotaan dan masih melakukan diskusi aktif dengan para pemimpin Caricom sehubungan dengan susunan Dewan Presiden Transisi,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Vedant Patel kepada wartawan di Washington.

“Pengumuman dewan ini, kami yakin, akan membantu membuka jalan bagi pemilu yang bebas dan adil serta pengerahan Misi Dukungan Keamanan Multinasional,” katanya, mengacu pada kekuatan yang didukung PBB dan dipimpin oleh Kenya yang bertujuan untuk menciptakan stabilitas di Haiti.

Dewan tersebut, yang akan beranggotakan tujuh anggota pemberi suara dan dua anggota pengamat yang mewakili spektrum luas di Haiti dan diasporanya, akan bertugas menunjuk pemerintahan sementara sebelum pemilu, yang belum pernah diadakan sejak tahun 2016.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!