5 Fakta Kota Rafah, Wilayah yang Jadi Target Serangan Israel
Senin, 12 Februari 2024 - 18:21 WIB
GAZA - Kota Rafah kini jadi wilayah yang ditarget Israel dalam rangka memerangi Hamas. Rencana invasi Zionis ke kota ini lantas mendapat kecaman dari berbagai pihak, terutama Mesir.
Rencana serangan ini dilakukan Israel sebab mereka mengklaim terdapat empat brigade Hamas hadir di Rafah. Membuat mereka gencar melakukan serangan udara dan darat ke kota tersebut.
Dari tindakan Israel ini, Mesir dilaporkan telah memindahkan 40 tank dan pengangkut personel lapis baja ke perbatasan Gaza untuk menghentikan potensi dampak serangan darat Israel.
Mesir secara tegas menyampaikan jika Israel bersikeras melakukan invasi ke wilayah Rafah maka Kairo akan melakukan penangguhan perjanjian damai kedua negara yang telah berlaku sejak 1979.
Kota Rafah juga menjadi tempat Penyeberangan Perbatasan Rafah, satu-satunya titik persimpangan antara Mesir dan Negara Palestina.
Setelah Perjanjian Gencatan Senjata tanggal 24 Februari 1949, Rafah terletak di Gaza yang diduduki Mesir dan akibatnya, perbatasan Gaza-Mesir tidak ada lagi.
Namun kota ini sempat jatuh ke tangan Israel setelah negara tersebut memenangkan Perang Enam Hari pada 1967.
Hingga pada tahun 1979, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian damai yang mengembalikan Sinai, yang berbatasan dengan Jalur Gaza, ke kendali Mesir. Dalam Perjanjian Perdamaian, perbatasan Gaza-Mesir yang dibuat kembali dibuat melintasi kota Rafah.
Kemudian pada tahun 1989, terjadi penembakan lima warga sipil oleh tentara perbatasan Israel di Rafah. Lalu pada tahun 2004, Pemerintah Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ariel Sharon menyetujui pembongkaran massal rumah-rumah di Rafah.
Sekitar 1,4 juta warga Palestina kini telah terdesak ke Rafah akibat pemboman Israel yang tiada henti yang telah menewaskan hampir 30.000 warga Palestina.
Meskipun pemerintah Israel menyatakan bagian selatan Gaza sebagai zona aman, IDF terus mengebom wilayah tersebut secara ekstensif, dengan investigasi New York Times memperkirakan bahwa bom seberat 2.000 pon dijatuhkan setidaknya 200 kali pada tanggal 21 Desember 2023.
Karena itu, ketika perbatasan Rafah ditutup, rakyat Gaza sering menghadapi penderitaan yang mendalam. Penutupan ini membatasi akses ke perawatan medis, bahan makanan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Rencana serangan ini dilakukan Israel sebab mereka mengklaim terdapat empat brigade Hamas hadir di Rafah. Membuat mereka gencar melakukan serangan udara dan darat ke kota tersebut.
Dari tindakan Israel ini, Mesir dilaporkan telah memindahkan 40 tank dan pengangkut personel lapis baja ke perbatasan Gaza untuk menghentikan potensi dampak serangan darat Israel.
Mesir secara tegas menyampaikan jika Israel bersikeras melakukan invasi ke wilayah Rafah maka Kairo akan melakukan penangguhan perjanjian damai kedua negara yang telah berlaku sejak 1979.
5 Fakta Kota Rafah
1. Lokasi Kota Rafah
Letak Kota Rafah berada di selatan Jalur Gaza, Palestina. Tepatnya berjarak 30 kilometer barat daya Kota Gaza. Wilayah ini seringkali dijadikan sebagai tempat pengungsian ketika terjadi konflik antara Israel dan Palestina.Kota Rafah juga menjadi tempat Penyeberangan Perbatasan Rafah, satu-satunya titik persimpangan antara Mesir dan Negara Palestina.
Baca Juga
2. Sejarah Kota
Sejak pertengahan tahun 1930-an, Inggris meningkatkan kontrol perbatasan dan Rafah berkembang menjadi kota perbatasan kecil yang berfungsi sebagai pusat perdagangan dan jasa bagi penduduk Badui yang semi-menetap.Setelah Perjanjian Gencatan Senjata tanggal 24 Februari 1949, Rafah terletak di Gaza yang diduduki Mesir dan akibatnya, perbatasan Gaza-Mesir tidak ada lagi.
Namun kota ini sempat jatuh ke tangan Israel setelah negara tersebut memenangkan Perang Enam Hari pada 1967.
Hingga pada tahun 1979, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian damai yang mengembalikan Sinai, yang berbatasan dengan Jalur Gaza, ke kendali Mesir. Dalam Perjanjian Perdamaian, perbatasan Gaza-Mesir yang dibuat kembali dibuat melintasi kota Rafah.
3. Banyak Tragedi Terjadi
Pada musim panas tahun 1971, IDF, di bawah Jenderal Ariel Sharon, menghancurkan sekitar 500 rumah di kamp pengungsi Rafah untuk membuat jalan patroli bagi pasukan Israel. Penghancuran ini menyebabkan hampir 4.000 orang mengungsi.Kemudian pada tahun 1989, terjadi penembakan lima warga sipil oleh tentara perbatasan Israel di Rafah. Lalu pada tahun 2004, Pemerintah Israel yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ariel Sharon menyetujui pembongkaran massal rumah-rumah di Rafah.
4. Banyak Warga Palestina yang Terdesak di Kota Rafah
Dilansir dari Al Jazeera, Rafah Palestina memiliki luas 64 km persegi (25 mil persegi) dan, ketika Israel menyerang Gaza selama empat bulan terakhir, semakin banyak orang yang digiring ke wilayah perbatasan ini.Sekitar 1,4 juta warga Palestina kini telah terdesak ke Rafah akibat pemboman Israel yang tiada henti yang telah menewaskan hampir 30.000 warga Palestina.
Meskipun pemerintah Israel menyatakan bagian selatan Gaza sebagai zona aman, IDF terus mengebom wilayah tersebut secara ekstensif, dengan investigasi New York Times memperkirakan bahwa bom seberat 2.000 pon dijatuhkan setidaknya 200 kali pada tanggal 21 Desember 2023.
5. Wilayah Perbatasan yang Vital
Seperti yang sudah dijelaskan jika kota ini merupakan lokasi Penyeberangan Perbatasan Rafah, satu-satunya penyeberangan antara Jalur Gaza dan Mesir. Membuatnya jadi wilayah vital untuk akses berbagai bantuan ke Gaza.Karena itu, ketika perbatasan Rafah ditutup, rakyat Gaza sering menghadapi penderitaan yang mendalam. Penutupan ini membatasi akses ke perawatan medis, bahan makanan, dan kebutuhan dasar lainnya.
(ahm)
tulis komentar anda