Rusia: Uni Eropa Butuh Musuh, tapi Siapa?

Senin, 05 Februari 2024 - 14:41 WIB
“Jerman adalah mesin perekonomian UE, dan kini seluruh sektor perekonomian Jerman kehilangan daya tarik dan daya saingnya. Dan, tentu saja, dengan latar belakang ini, yang terbaik adalah mengalihkan perhatian dengan menciptakan semacam musuh dan mempertahankan citranya. Dan dalam hal ini, menurut pendapat mereka, mungkin tidak ada yang lebih baik daripada [Rusia],” jelas Peskov.

Dalam beberapa bulan terakhir, para pejabat senior dari berbagai negara UE telah mendesak warganya untuk bersiap menghadapi konflik yang diduga tak terhindarkan dengan Rusia, dan pemerintah mengalihkan pendanaan ke militer mereka.

Berlin telah secara aktif mengambil jalur tersebut, dengan mengadopsi doktrin militer dan strategis baru pada akhir tahun lalu yang bertujuan untuk membentuk pasukan “siap perang”. Pada saat itu, Kanselir Olaf Scholz mengklaim bahwa negaranya membutuhkan “perubahan jangka panjang dan permanen,” dengan tujuan menciptakan “Bundeswehr yang kuat” yang benar-benar mampu berperang dalam perang yang telah ditandai akan segera terjadi.

Rusia telah berulang kali menolak klaim bahwa mereka berusaha menyerang negara-negara UE atau NATO, dan menggambarkan tuduhan tersebut sebagai “tidak masuk akal.” Akhir tahun lalu, misalnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan kembali bahwa Moskow “tidak tertarik… secara geopolitik, ekonomi atau militer… untuk melancarkan perang melawan [blok NATO pimpinan AS].”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!