Inilah Sosok 4 Ekstremis Israel yang Dihajar Sanksi AS
Sabtu, 03 Februari 2024 - 13:12 WIB
Dia ditangkap di Israel karena keterlibatannya dalam apa yang oleh seorang komandan militer Israel disebut sebagai "pogrom yang dilakukan oleh penjahat".
Amukan para pemukim Israel di Huwwara menyebabkan kematian Sameh Aqtash (37) dan melukai 98 warga Palestina lainnya, di samping kerusakan properti yang meluas dan pembakaran mobil dan rumah.
Chasdai, yang telah lama diawasi oleh dinas keamanan, ditahan selama tiga bulan dalam tahanan administratif, sebuah tindakan yang jarang digunakan terhadap warga Israel.
Meskipun kerusuhan tersebut dikecam oleh politisi Israel dan masyarakat internasional, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengkritik penahanan Chasdai sebagai tindakan yang "tidak demokratis" dan menggambarkan dia dan sesama pemukim sebagai tindakan yang "heroik".
Menurut laporan surat kabar Haaretz, dia sebelumnya ditangkap karena mengancam seorang petugas polisi, membuat zat berbahaya pada tahun 2015 dan 2017, dan dihukum karena menyerang seorang sopir taksi Palestina dengan gas air mata.
Einan Tanjil (21), menurut Departemen Luar Negeri AS, terlibat dalam penyerangan terhadap petani Palestina dan aktivis sayap kiri Israel dengan batu dan pentungan, yang mengakibatkan "cedera yang memerlukan perawatan medis".
Pada tahun 2021, Tanjil didakwa menyerang aktivis Israel Neta Ben-Porat (19) dengan pentungan, memukuli kepala dan kakinya saat dia mencoba membantu warga Palestina memanen buah zaitun di dekat kota Surif, Tepi Barat. Surat dakwaan juga mengatakan dia memiliki pisau dan gas air mata.
Pada bulan Juni, Shalom Zicherman (32) menjadi terkenal ketika rekaman video dirinya menyerang para aktivis Israel dan kendaraan mereka di Tepi Barat beredar secara online.
Amukan para pemukim Israel di Huwwara menyebabkan kematian Sameh Aqtash (37) dan melukai 98 warga Palestina lainnya, di samping kerusakan properti yang meluas dan pembakaran mobil dan rumah.
Chasdai, yang telah lama diawasi oleh dinas keamanan, ditahan selama tiga bulan dalam tahanan administratif, sebuah tindakan yang jarang digunakan terhadap warga Israel.
Meskipun kerusuhan tersebut dikecam oleh politisi Israel dan masyarakat internasional, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir mengkritik penahanan Chasdai sebagai tindakan yang "tidak demokratis" dan menggambarkan dia dan sesama pemukim sebagai tindakan yang "heroik".
Menurut laporan surat kabar Haaretz, dia sebelumnya ditangkap karena mengancam seorang petugas polisi, membuat zat berbahaya pada tahun 2015 dan 2017, dan dihukum karena menyerang seorang sopir taksi Palestina dengan gas air mata.
2. Einan Tanjil
Einan Tanjil (21), menurut Departemen Luar Negeri AS, terlibat dalam penyerangan terhadap petani Palestina dan aktivis sayap kiri Israel dengan batu dan pentungan, yang mengakibatkan "cedera yang memerlukan perawatan medis".
Pada tahun 2021, Tanjil didakwa menyerang aktivis Israel Neta Ben-Porat (19) dengan pentungan, memukuli kepala dan kakinya saat dia mencoba membantu warga Palestina memanen buah zaitun di dekat kota Surif, Tepi Barat. Surat dakwaan juga mengatakan dia memiliki pisau dan gas air mata.
3. Shalom Zicherman
Pada bulan Juni, Shalom Zicherman (32) menjadi terkenal ketika rekaman video dirinya menyerang para aktivis Israel dan kendaraan mereka di Tepi Barat beredar secara online.
Lihat Juga :