Bisa Kalah, Pilot AS Ungkap Jet Tempur Siluman F-22 Akan Hindari Duel dengan Su-35 Rusia
Kamis, 01 Februari 2024 - 10:29 WIB
Keunggulan penting sekarang terletak pada sistem pencarian dan pengendalian penembakan inframerah Su-35 generasi keempat. Ini termasuk kamera, penanda target, pengintai laser, dan sensor inframerah.
Meskipun F-22 generasi kelima dan Su-35 generasi keempat memiliki kemampuan yang hampir sama, kemampuan dogfighting yang unggul, biaya yang jauh lebih murah, dan teknologi IRST memberi jet Rusia keunggulan dibandingkan pesawat AS.
Penelitian yang dilakukan oleh EurAsian Times dan pakar pertahanan Alex Lockie menunjukkan bahwa Raptor AS akan dirugikan jika berhadapan langsung atau saat mencegat Su-35.
Jika pertempuran udara terjadi selama misi intersepsi, para ahli percaya bahwa jet Rusia akan memiliki keuntungan besar jika F-22 Raptor "tidak terlihat" berada di depan mata.
"Ketika menerbangkan F-22, tujuan saya bukanlah untuk melakukan pertarungan sengit dengan lawan," ungkap Berke, yang dilansir EurAsian Times, Kamis (1/2/2024).
Sebaliknya, Berke mengatakan dia akan menggunakan keunggulan fitur siluman terbesar F-22 dan menghindari duel udara dalam jarak visual.
Karena F-22 dirancang untuk menjadi pesawat siluman dan memiliki penyimpanan senjata internal, Justin Bronk, pakar kekuatan tempur udara, mengatakan bahwa pesawat seperti F-22 tidak terlalu diperlukan untuk misi intersepsi dan jet lain yang lebih murah dapat melakukan pekerjaan tersebut.
Secara keseluruhan, F-22 masih menjadi salah satu jet tempur paling kuat yang tidak diekspor ke negara mana pun demi menjaga kerahasiaan fitur-fiturnya.
Meskipun F-22 generasi kelima dan Su-35 generasi keempat memiliki kemampuan yang hampir sama, kemampuan dogfighting yang unggul, biaya yang jauh lebih murah, dan teknologi IRST memberi jet Rusia keunggulan dibandingkan pesawat AS.
Penelitian yang dilakukan oleh EurAsian Times dan pakar pertahanan Alex Lockie menunjukkan bahwa Raptor AS akan dirugikan jika berhadapan langsung atau saat mencegat Su-35.
Jika pertempuran udara terjadi selama misi intersepsi, para ahli percaya bahwa jet Rusia akan memiliki keuntungan besar jika F-22 Raptor "tidak terlihat" berada di depan mata.
"Ketika menerbangkan F-22, tujuan saya bukanlah untuk melakukan pertarungan sengit dengan lawan," ungkap Berke, yang dilansir EurAsian Times, Kamis (1/2/2024).
Sebaliknya, Berke mengatakan dia akan menggunakan keunggulan fitur siluman terbesar F-22 dan menghindari duel udara dalam jarak visual.
Karena F-22 dirancang untuk menjadi pesawat siluman dan memiliki penyimpanan senjata internal, Justin Bronk, pakar kekuatan tempur udara, mengatakan bahwa pesawat seperti F-22 tidak terlalu diperlukan untuk misi intersepsi dan jet lain yang lebih murah dapat melakukan pekerjaan tersebut.
Secara keseluruhan, F-22 masih menjadi salah satu jet tempur paling kuat yang tidak diekspor ke negara mana pun demi menjaga kerahasiaan fitur-fiturnya.
(mas)
Lihat Juga :