Bisa Kalah, Pilot AS Ungkap Jet Tempur Siluman F-22 Akan Hindari Duel dengan Su-35 Rusia

Kamis, 01 Februari 2024 - 10:29 WIB
F-22 memiliki reputasi hampir tidak dapat dideteksi dengan kemampuan mengunci target tanpa berada dalam jangkauan visualnya berkat teknologi siluman canggih yang digunakan di pesawat tersebut. Raptor resmi diserahkan ke Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) pada tahun 2005.

Su-35 dirancang untuk pertempuran udara dengan daya tembak eksternal yang lebih besar dibandingkan dengan F-22 Amerika, yang senjatanya disimpan secara internal.

Jet Sukhoi itu memiliki 12 cantelan untuk membawa senjata dan gudang eksternal. Empat di setiap sayap, dua di bagian bawah badan pesawat, dan satu di bawah setiap mesin.

F-22 Raptor hanya dilengkapi dengan empat cantelan eksternal di sayap untuk membawa senjata atau tangki bahan bakar, namun penggunaan cantelan ini akan memengaruhi fitur silumannya.

Kelemahan Besar Jet Siluman F-22 Raptor AS



Jet tempur F-22 Raptor buatan Lockheed Martin jauh lebih unggul dibandingkan jet tempur lainnya, namun mengapa pesawat ini tidak memiliki Infra-Red Search and Tracking (IRST) dan radar yang dipasang di pipi? Alasannya terletak pada batasan biaya avionik F-22 yang ditetapkan Angkatan Udara AS sebesar USD9 juta per pesawat yang diproduksi pada tahun 1989, demikian analisis National Interest.

Pada saat itu, desain di atas kertas menghabiskan biaya avionik lebih dari USD16 juta untuk setiap pesawat. USAF belum memberikan instruksi mengenai sistem mana yang harus dihentikan, dan keputusan ini ada di tangan pabrikan.

Hal ini menyebabkan Lockheed Martin "menjatuhkan" IRST dan radar yang dipasang di pipi, di antara berbagai sistem lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!