Bisa Kalah, Pilot AS Ungkap Jet Tempur Siluman F-22 Akan Hindari Duel dengan Su-35 Rusia

Kamis, 01 Februari 2024 - 10:29 WIB
loading...
Bisa Kalah, Pilot AS...
Miliki kelemahan dan bisa kalah, jet tempur siluman F-22 Raptor AS akan menghindari duel udara dengan jet tempur Su-35 Rusia. Foto/EurAsian Times
A A A
WASHINGTON - Jet tempur siluman F-22 Raptor Amerika Serikat (AS) akan memilih menghindari duel udara dengan jet tempur Su-35 Rusia jika berkonflik.

Hal itu diungkap Letnan Kolonel David Berke, satu-satunya pilot Marinir Amerika yang menerbangkan jet tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.

Secara kelas, F-22 Raptor memang lebih unggul dari Su-35. Namun dalam kasus dogfight atau duel udara, menurut Berke, pesawat Rusia itu memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Raptor yang mematikan.

Baca Juga: Seteru di Laut Hitam Memanas, Jet Siluman F-22 AS Latihan Tempur di Dekat Rusia

Sukhoi Su-35 adalah pesawat tempur superioritas udara multiperan canggih yang dikembangkan dari desain flanker Su-27 yang sudah ada.

Dinamai Flanker-E oleh NATO, pesawat multiperan berkursi tunggal dan bermesin ganda ini, pada kenyataannya, dapat bermanuver super—lebih besar, lebih cepat, dan dengan kemampuan terbang lebih lama.

F-22 Raptor, di sisi lain, adalah salah satu pesawat tempur taktis tercanggih yang pernah dibuat dengan definisi kelincahan, jangkauan, dan siluman.

F-22 memiliki reputasi hampir tidak dapat dideteksi dengan kemampuan mengunci target tanpa berada dalam jangkauan visualnya berkat teknologi siluman canggih yang digunakan di pesawat tersebut. Raptor resmi diserahkan ke Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) pada tahun 2005.

Su-35 dirancang untuk pertempuran udara dengan daya tembak eksternal yang lebih besar dibandingkan dengan F-22 Amerika, yang senjatanya disimpan secara internal.

Jet Sukhoi itu memiliki 12 cantelan untuk membawa senjata dan gudang eksternal. Empat di setiap sayap, dua di bagian bawah badan pesawat, dan satu di bawah setiap mesin.

F-22 Raptor hanya dilengkapi dengan empat cantelan eksternal di sayap untuk membawa senjata atau tangki bahan bakar, namun penggunaan cantelan ini akan memengaruhi fitur silumannya.

Kelemahan Besar Jet Siluman F-22 Raptor AS


Jet tempur F-22 Raptor buatan Lockheed Martin jauh lebih unggul dibandingkan jet tempur lainnya, namun mengapa pesawat ini tidak memiliki Infra-Red Search and Tracking (IRST) dan radar yang dipasang di pipi? Alasannya terletak pada batasan biaya avionik F-22 yang ditetapkan Angkatan Udara AS sebesar USD9 juta per pesawat yang diproduksi pada tahun 1989, demikian analisis National Interest.

Pada saat itu, desain di atas kertas menghabiskan biaya avionik lebih dari USD16 juta untuk setiap pesawat. USAF belum memberikan instruksi mengenai sistem mana yang harus dihentikan, dan keputusan ini ada di tangan pabrikan.

Hal ini menyebabkan Lockheed Martin "menjatuhkan" IRST dan radar yang dipasang di pipi, di antara berbagai sistem lainnya.

Keunggulan penting sekarang terletak pada sistem pencarian dan pengendalian penembakan inframerah Su-35 generasi keempat. Ini termasuk kamera, penanda target, pengintai laser, dan sensor inframerah.

Meskipun F-22 generasi kelima dan Su-35 generasi keempat memiliki kemampuan yang hampir sama, kemampuan dogfighting yang unggul, biaya yang jauh lebih murah, dan teknologi IRST memberi jet Rusia keunggulan dibandingkan pesawat AS.

Penelitian yang dilakukan oleh EurAsian Times dan pakar pertahanan Alex Lockie menunjukkan bahwa Raptor AS akan dirugikan jika berhadapan langsung atau saat mencegat Su-35.

Jika pertempuran udara terjadi selama misi intersepsi, para ahli percaya bahwa jet Rusia akan memiliki keuntungan besar jika F-22 Raptor "tidak terlihat" berada di depan mata.

"Ketika menerbangkan F-22, tujuan saya bukanlah untuk melakukan pertarungan sengit dengan lawan," ungkap Berke, yang dilansir EurAsian Times, Kamis (1/2/2024).

Sebaliknya, Berke mengatakan dia akan menggunakan keunggulan fitur siluman terbesar F-22 dan menghindari duel udara dalam jarak visual.

Karena F-22 dirancang untuk menjadi pesawat siluman dan memiliki penyimpanan senjata internal, Justin Bronk, pakar kekuatan tempur udara, mengatakan bahwa pesawat seperti F-22 tidak terlalu diperlukan untuk misi intersepsi dan jet lain yang lebih murah dapat melakukan pekerjaan tersebut.

Secara keseluruhan, F-22 masih menjadi salah satu jet tempur paling kuat yang tidak diekspor ke negara mana pun demi menjaga kerahasiaan fitur-fiturnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak Tak Ingin Iran Bangkit dari Puing-Puing Kehancuran
Rekomendasi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Jejak Diplomasi Nabi...
Jejak Diplomasi Nabi Muhammad SAW dalam Peperangan Islam, dari Perjanjian Hudaibiyah hingga Fathu Makkah
Mahasiswa Doktoral UNJ...
Mahasiswa Doktoral UNJ Perkuat Literasi Keuangan bagi Calon Guru Malaysia di UTHM
Berita Terkini
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Infografis
Jet Tempur Rafale, MiG-29,...
Jet Tempur Rafale, MiG-29, SU-30 India Ditembak Jatuh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved