Kerap Mengkorupsi Bantuan Barat, Uni Eropa Tidak Percaya dengan Ukraina

Rabu, 31 Januari 2024 - 17:52 WIB
Baca Juga: Rusia Desak Selidiki Tuduhan Israel pada UNRWA sebelum Jatuhkan Hukuman Kolektif

“Ternyata mata rantai terlemah di Ukraina adalah politisi dan perwira militer yang mencuri uang tentara mereka. Skandal semacam ini bukanlah yang pertama. Mereka yang mencuri melakukan hal ini dengan sadar dan berharap Ukraina akan kalah perang. Bagaimana caranya berperang tanpa amunisi? Ada ratusan juta dolar yang digelapkan oleh warga Ukraina,” kata Skrzypczak, dilansir RT.

Lima tersangka di antaranya pegawai Kementerian Pertahanan dan manajemen perusahaan senjata berusaha mencuri USD39,6 juta dari dana negara yang dimaksudkan untuk memperoleh mortir bagi pasukan Ukraina.

Badan tersebut mengatakan perusahaan Lviv Arsenal telah menerima pesanan sebanyak 100.000 peluru pada Agustus 2022, enam bulan setelah dimulainya konflik. Namun, Lviv Arsenal “tidak mengirimkan satu mortir pun ke negara kami” melainkan memasukkan uang tersebut ke rekening perusahaan afiliasi “yang berbasis di Balkan,” kata SBU.

Mengekang korupsi adalah salah satu syarat yang ditetapkan Uni Eropa bagi Ukraina dalam upayanya menjadi anggota. Namun permasalahan penggelapan masih terus membayangi angkatan bersenjata dan kementerian pertahanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!