Eks Jenderal AS: Amerika Harus Menjauhi Perang Darat Israel Melawan Hamas

Minggu, 28 Januari 2024 - 07:56 WIB
“Melalui pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan menghilangkan segala prospek negosiasi politik, Israel lebih cenderung menanam benih perlawanan bersenjata di masa depan daripada menurunkan kemampuan militer atau posisi politik Hamas,” kata Hoffman.

Pada hari Jumat, Biden berbicara dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi dan emir Qatar Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani menjelang perjalanan Direktur CIA William Burns ke Eropa.

Misi bos CIA tersebut adalah untuk mencapai kesepakatan untuk menjamin pembebasan lebih banyak sandera yang ditahan oleh Hamas sebagai imbalan atas penghentian pertempuran dengan Israel di Gaza.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mencatat percakapan tersebut, dan menambahkan bahwa meskipun ada upaya untuk memfasilitasi kesepakatan penyanderaan lainnya, "Kita tidak boleh mengharapkan adanya perkembangan dalam waktu dekat."

“Kami terus melakukan segala yang kami bisa untuk memfasilitasi kesepakatan penyanderaan lainnya, seperti yang kami lakukan pada bulan November,” ujarnya.

Sekitar 100 sandera dibebaskan oleh Hamas dalam gencatan senjata sementara dengan imbalan pembebasan 240 warga Palestina yang dipenjarakan oleh Israel.

Menurut laporan AP, Burns diperkirakan akan bertemu dengan David Barnea—kepala badan intelijen Israel; Mossad, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, dan kepala intelijen Mesir Abbas Kamel.

Pertemuan tersebut akan fokus pada pembebasan sandera dengan imbalan penghentian permusuhan, sebuah perjanjian yang diharapkan oleh pemerintahan Biden dapat mengarah pada perpanjangan gencatan senjata yang dapat mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!