Hamas Akui Ada Kesalahan dalam Serangan 7 Oktober ke Israel, tapi....
Senin, 22 Januari 2024 - 09:59 WIB
Para pejabat Israel telah berulang kali menuduh para milisi Hamas melakukan pemerkosaan berkelompok, mutilasi alat kelamin dan melakukan tindakan seksual dengan anak-anak dan mayat selama serangan itu.
Hamas menolak tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa tuduhan tersebut dimaksudkan untuk menjelekkan-menjelekkan kelompoknya sebagai propaganda perang.
Kelompok Hamas tersebut mengatakan serangan 7 Oktober adalah langkah yang perlu. "Dan respons normal untuk menghadapi semua konspirasi Israel terhadap rakyat Palestina," katanya.
Pada hari Minggu, Hamas mendesak penghentian segera agresi Israel di Gaza, kejahatan dan pembersihan etnis yang dilakukan terhadap seluruh penduduk Gaza.
Kelompok itu juga mengatakan bahwa mereka menolak segala upaya internasional dan Israel untuk menentukan masa depan Gaza pascaperang.
“Kami menekankan bahwa rakyat Palestina mempunyai kapasitas untuk memutuskan masa depan mereka dan mengatur urusan dalam negeri mereka,” imbuh Hamas.
"Tidak ada pihak di dunia ini yang berhak mengambil keputusan atas nama rakyat Palestina."
Hamas menunjuk asal mula sejarah konflik tersebut, dengan mengatakan pertempuran rakyat Palestina melawan pendudukan dan kolonialisme tidak dimulai pada tanggal 7 Oktober, namun dimulai 105 tahun yang lalu, termasuk 30 tahun kolonialisme Inggris dan 75 tahun pendudukan Zionis.
Kelompok tersebut ingin meminta pertanggungjawaban pendudukan Israel secara hukum atas penderitaan yang ditimbulkannya terhadap rakyat Palestina.
Hamas menolak tuduhan tersebut, dan mengatakan bahwa tuduhan tersebut dimaksudkan untuk menjelekkan-menjelekkan kelompoknya sebagai propaganda perang.
Kelompok Hamas tersebut mengatakan serangan 7 Oktober adalah langkah yang perlu. "Dan respons normal untuk menghadapi semua konspirasi Israel terhadap rakyat Palestina," katanya.
Pada hari Minggu, Hamas mendesak penghentian segera agresi Israel di Gaza, kejahatan dan pembersihan etnis yang dilakukan terhadap seluruh penduduk Gaza.
Kelompok itu juga mengatakan bahwa mereka menolak segala upaya internasional dan Israel untuk menentukan masa depan Gaza pascaperang.
“Kami menekankan bahwa rakyat Palestina mempunyai kapasitas untuk memutuskan masa depan mereka dan mengatur urusan dalam negeri mereka,” imbuh Hamas.
"Tidak ada pihak di dunia ini yang berhak mengambil keputusan atas nama rakyat Palestina."
Hamas menunjuk asal mula sejarah konflik tersebut, dengan mengatakan pertempuran rakyat Palestina melawan pendudukan dan kolonialisme tidak dimulai pada tanggal 7 Oktober, namun dimulai 105 tahun yang lalu, termasuk 30 tahun kolonialisme Inggris dan 75 tahun pendudukan Zionis.
Kelompok tersebut ingin meminta pertanggungjawaban pendudukan Israel secara hukum atas penderitaan yang ditimbulkannya terhadap rakyat Palestina.
(mas)
Lihat Juga :