5 Fakta Menakutkan Penyakit X yang Bisa Memicu Pandemi

Kamis, 18 Januari 2024 - 20:20 WIB
WHO telah memperingatkan bahwa Penyakit X dapat mengakibatkan kematian 20 kali lebih banyak dibandingkan COVID-19.

COVID-19 telah membunuh sekitar tujuh juta orang di seluruh dunia. Pada tahun 2023, para profesional kesehatan memperingatkan bahwa pandemi baru apa pun bisa menjadi lebih mematikan – menewaskan sekitar 50 juta orang di seluruh dunia.

3. Diperlukan Persiapan Matang



Foto/Reuters

Melansir Al Jazeera, pada pertemuan puncak di Davos pada hari Rabu, para ahli kesehatan menekankan bahwa persiapan menghadapi Penyakit X dapat membantu menyelamatkan nyawa dan biaya jika negara-negara memulai penelitian dan tindakan pencegahan sebelum terjadinya wabah yang diketahui.

“Tentu saja ada sebagian yang mengatakan hal ini dapat menimbulkan kepanikan. Lebih baik mengantisipasi sesuatu yang mungkin terjadi karena hal itu telah terjadi berkali-kali dalam sejarah kita, dan bersiap menghadapinya”, kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang bergabung dalam panel.

Dia mengatakan bahwa WHO telah mulai menerapkan langkah-langkah untuk mempersiapkan wabah lain. Hal ini mencakup dana pandemi dan “pusat transfer teknologi” di Afrika Selatan yang memungkinkan produksi vaksin secara lokal dan akan membantu mengatasi masalah kesenjangan vaksin di negara-negara berpenghasilan tinggi dan rendah.

Michel Demare, ketua dewan direksi AstraZeneca, mengatakan perusahaannya sedang berupaya melakukan penilaian terhadap sistem kesehatan di seluruh dunia untuk memberikan rekomendasi bagi pengelolaan pandemi.

Preetha Reddy, wakil ketua eksekutif di Rumah Sakit Apollo, merujuk pada perbincangan seputar ketidakadilan di forum G20, dan bahwa penggunaan teknologi untuk menjangkau masyarakat pedesaan di India merupakan fokus utama perencanaan saat ini.

4. Perlu Pemetaan dan Mitigasi yang Tepat



Foto/Reuters

Hal ini melibatkan kerja sama internasional, termasuk penelitian dan pengembangan, serta pengembangan inisiatif tingkat negara seperti rencana respons tentatif jika terjadi wabah penyakit baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!