Mengapa Maladewa Ingin Mengusir Tentara India?
Senin, 15 Januari 2024 - 21:40 WIB
India telah memberi Maladewa sebanyak dua helikopter dan satu pesawat Dornier, yang sebagian besar digunakan untuk pengawasan laut, operasi pencarian dan penyelamatan, serta evakuasi medis. Pasukan India mengendalikan operasi ini.
Helikopter dan awak pertama mulai beroperasi di Maladewa pada tahun 2010, ketika Mohamed Nasheed menjadi presiden kepulauan tersebut.
Baca Juga: Kenapa Maladewa Lebih Pilih China Dibandingkan India?
Foto/Reuters
Melansir Reuters, India secara tradisional memiliki hubungan yang kuat dengan Maladewa, yang bergantung pada New Delhi untuk kebutuhan pokok bagi 500.000 penduduknya, termasuk beras, sayuran, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan.
Pada tahun 1998, India mengirimkan pasukan untuk membantu Presiden Abdul Gayoom melawan upaya kudeta. Pasukan segera ditarik setelahnya.
Namun ketergantungan pada India, dan pernyataan campur tangan New Delhi dalam politik dalam negeri Maladewa telah menimbulkan kekhawatiran di negara tersebut.
Muizzu terpilih sebagai presiden pada bulan November, menjalankan kampanye 'India Out', berbeda dengan kebijakan pro-India dari sebagian besar pendahulunya.
Helikopter dan awak pertama mulai beroperasi di Maladewa pada tahun 2010, ketika Mohamed Nasheed menjadi presiden kepulauan tersebut.
Baca Juga: Kenapa Maladewa Lebih Pilih China Dibandingkan India?
3. Sentimen Politik yang Menginginkan Tentara India Keluar
Foto/Reuters
Melansir Reuters, India secara tradisional memiliki hubungan yang kuat dengan Maladewa, yang bergantung pada New Delhi untuk kebutuhan pokok bagi 500.000 penduduknya, termasuk beras, sayuran, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan.
Pada tahun 1998, India mengirimkan pasukan untuk membantu Presiden Abdul Gayoom melawan upaya kudeta. Pasukan segera ditarik setelahnya.
Namun ketergantungan pada India, dan pernyataan campur tangan New Delhi dalam politik dalam negeri Maladewa telah menimbulkan kekhawatiran di negara tersebut.
Muizzu terpilih sebagai presiden pada bulan November, menjalankan kampanye 'India Out', berbeda dengan kebijakan pro-India dari sebagian besar pendahulunya.
Lihat Juga :