Pejabat Hamas: PM Israel Netanyahu di Antara Setan dan Laut Biru yang Dalam

Selasa, 02 Januari 2024 - 17:50 WIB
Nasib Netanyahu dan militer Israel berada dalam ketidakpastian di tengah perkembangan di Gaza. Rakyat Israel pada akhirnya akan bangkit melawannya karena mereka sudah muak dengan kebohongannya.

“Dalam menghadapi jatuhnya korban serta keberanian dan ketahanan yang ditunjukkan oleh orang-orang Palestina, agresi di Gaza harus dihentikan terlebih dahulu. Bangsa Palestina tidak akan menerima pencabutan seluruh pembatasan dan penghidupan dalam kebebasan penuh,” kata pejabat Hamas itu.

Sebelumnya, Menteri Urusan Militer Israel Yoav Gallant dan anggota kabinet perang Benny Gantz menolak permintaan Netanyahu untuk mengadakan konferensi pers bersama dengannya.

Sebuah sumber di Partai Persatuan Nasional pimpinan Gantz mengatakan kepada situs berita berbahasa Ibrani Walla bahwa “tidak ada alasan khusus untuk mengadakan konferensi pers. Kami merasa tidak berhak untuk ambil bagian.”

Berita Channel 13 mengaitkan penolakan Gantz dan Gallant dengan kemarahan mereka terhadap Netanyahu karena menghalangi kabinet perang untuk mempertimbangkan masalah “hari setelahnya” di Gaza, serta kekhawatiran bahwa perdana menteri akan kembali membuat pernyataan politik pada acara tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!