Dua Eks Pasukan Khusus AS yang Coba Bunuh Maduro Dibui 20 Tahun

Senin, 10 Agustus 2020 - 13:49 WIB
Kedua mantan anggota Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika bernamaLuke Denman dan Airan Berry ini meluncurkan apa yang disebut sebagai "Gideon Operation" dari kamp pelatihan darurat di negara tetangga Venezuela; Kolombia. Operasi ini menyebabkan sedikitnya delapan tentara pemberontak tewas dan total 66 orang dipenjara.

Mantan personel ketiga Green Baret, Jordan Goudreau, yang mengoperasikan perusahaan keamanan swasta yang berbasis di Florida bernama Silvercorp USA, mengaku bertanggung jawab atas serangan yang gagal itu.

Jaksa Venezuela mengatakan Denman dan Berry sama-sama dinyatakan bersalah atas persekongkolan, perdagangan senjata ilegal dan terorisme.

keduanya ditangkap di komunitas nelayan pesisir Chuao, dan sejak itu ditayangkan secara luas oleh para pejabat di televisi pemerintah Venezuela sebagai bukti dari klaim lama mereka bahwa Amerika Serikat akan menggulingkan pemerintah sosialis Maduro.

Kudeta yang gagal juga menyebabkan klaim bahwa pemimpin oposisi yang didukung AS, Juan Guaido, berada di belakang perjanjian yang ditandatangani untuk melakukan serangan itu. (Baca juga: Maduro Pastikan Akan Adili 2 'Rambo' AS )

Guaido dan pejabat AS membantah berperan dalam serangan itu. Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengatakan AS akan menggunakan semua cara yang mungkin untuk membebaskan Denman dan Berry.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!