Tiga Sandera asal Israel yang Dibunuh Tentara Zionis di Gaza karena Dikira Musuh

Rabu, 20 Desember 2023 - 12:32 WIB
Sejak berakhirnya gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas awal bulan ini, keluarga para sandera telah mendesak pemerintah Israel untuk mencapai gencatan senjata baru agar setidaknya beberapa sandera dapat dibebaskan.

Kesepakatan awal menghasilkan pembebasan lebih dari 100 sandera, dengan imbalan para warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menolak seruan tersebut, dan bersikeras bahwa "tekanan militer diperlukan baik untuk kembalinya para sandera maupun untuk meraih kemenangan".

Di tengah meningkatnya korban sipil di Palestina, pemerintah Israel mendapat tekanan internasional yang semakin besar, termasuk dari sekutu utama negara itu, Amerika Serikat.

Pada hari Minggu, Menteri Luar Negeri Perancis Catherine Colonna pergi ke Israel menyerukan “gencatan senjata segera dan tahan lama”.

Rekannya dari Israel, Eli Cohen, mengatakan gencatan senjata adalah sebuah kesalahan dan menggambarkannya sebagai hadiah untuk Hamas.

Inggris dan Jerman juga menyerukan "gencatan senjata berkelanjutan", namun tidak mengatakan bahwa gencatan senjata harus segera dilakukan.

Wilayah yang luas di Jalur Gaza telah hancur akibat pengeboman Israel, dan PBB telah memperingatkan akan terjadinya bencana kemanusiaan di tengah meluasnya kekurangan pasokan bahan pokok.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!