Tiga Sandera asal Israel yang Dibunuh Tentara Zionis di Gaza karena Dikira Musuh
Rabu, 20 Desember 2023 - 12:32 WIB
Para pejabat Israel mengakui bahwa membunuh tiga pria yang mengibarkan bendera putih adalah pelanggaran “aturan keterlibatan”.
Ketiga sandera yang dibunuh tentara IDF itu bagian dari ratusan orang yang ditangkap dan dibawa ke Gaza selama serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang.
Israel telah melancarkan operasi pembalasan besar-besaran yang diklaim untuk menghancurkan Hamas.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 18.000 orang telah terbunuh di Gaza sejak itu, dan ratusan ribu lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Menurut seorang pejabat militer Israel, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya, ketiga sandera yang bernasib malang itu muncul dalam keadaan bertelanjang dada dari sebuah gedung, salah satunya membawa tongkat dengan kain putih.
Salah satu tentara, imbuh pejabat itu, merasa terancam, karena orang-orang tersebut berada pada jarak puluhan meter, menyatakan mereka sebagai “teroris” dan melepaskan tembakan. Dua orang langsung terbunuh sementara yang ketiga, terluka, kembali ke gedung.
Teriakan minta tolong terdengar dalam bahasa Ibrani dan komandan batalion memerintahkan pasukan untuk menghentikan tembakan. Sandera yang terluka itu kemudian muncul kembali, dan ditembak serta dibunuh, kata pejabat tersebut.
Tidak jelas apakah para sandera ditinggalkan oleh penculiknya atau melarikan diri.
Pada hari Minggu, IDF mengatakan penggeledahan di gedung tersebut dilakukan, mengungkapkan pesan "SOS" dan "Tolong, 3 sandera" tertulis di kain.
Para pejabat yakin para sandera sudah berada di sana selama beberapa waktu.
Ketiga sandera yang dibunuh tentara IDF itu bagian dari ratusan orang yang ditangkap dan dibawa ke Gaza selama serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang.
Israel telah melancarkan operasi pembalasan besar-besaran yang diklaim untuk menghancurkan Hamas.
Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 18.000 orang telah terbunuh di Gaza sejak itu, dan ratusan ribu lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Menurut seorang pejabat militer Israel, yang berbicara tanpa mau disebutkan namanya, ketiga sandera yang bernasib malang itu muncul dalam keadaan bertelanjang dada dari sebuah gedung, salah satunya membawa tongkat dengan kain putih.
Salah satu tentara, imbuh pejabat itu, merasa terancam, karena orang-orang tersebut berada pada jarak puluhan meter, menyatakan mereka sebagai “teroris” dan melepaskan tembakan. Dua orang langsung terbunuh sementara yang ketiga, terluka, kembali ke gedung.
Teriakan minta tolong terdengar dalam bahasa Ibrani dan komandan batalion memerintahkan pasukan untuk menghentikan tembakan. Sandera yang terluka itu kemudian muncul kembali, dan ditembak serta dibunuh, kata pejabat tersebut.
Tidak jelas apakah para sandera ditinggalkan oleh penculiknya atau melarikan diri.
Pada hari Minggu, IDF mengatakan penggeledahan di gedung tersebut dilakukan, mengungkapkan pesan "SOS" dan "Tolong, 3 sandera" tertulis di kain.
Para pejabat yakin para sandera sudah berada di sana selama beberapa waktu.
Lihat Juga :