Ahli Forensik di Thailand Meninggal Tertular COVID-19 dari Mayat
Selasa, 14 April 2020 - 16:56 WIB
"Autopsi dan penyelidikan selanjutnya menghadirkan risiko nyata bagi koroner untuk terpapar COVID-19," katanya, yang dilansir Selasa (14/4/2020).
Dalam panduan sementara tentang cara mengelola jasad korban COVID-19 yang aman yang diterbitkan pada akhir Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mayat umumnya tidak menular, kecuali dalam kasus demam berdarah seperti Ebola dan Marburg, atau jika paru-paru pasien dengan pandemi influenza tidak ditangani dengan baik.
"Sampai saat ini tidak ada bukti orang yang telah terinfeksi dari paparan pada tubuh orang yang meninggal karena COVID-19," kata WHO.
"Rekomendasi ini dapat direvisi ketika bukti baru tersedia," imbuh badan yang beranaung di bawah PBB tersebut.
Dalam panduan sementara tentang cara mengelola jasad korban COVID-19 yang aman yang diterbitkan pada akhir Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mayat umumnya tidak menular, kecuali dalam kasus demam berdarah seperti Ebola dan Marburg, atau jika paru-paru pasien dengan pandemi influenza tidak ditangani dengan baik.
"Sampai saat ini tidak ada bukti orang yang telah terinfeksi dari paparan pada tubuh orang yang meninggal karena COVID-19," kata WHO.
"Rekomendasi ini dapat direvisi ketika bukti baru tersedia," imbuh badan yang beranaung di bawah PBB tersebut.
(min)
Lihat Juga :