Ahli Forensik di Thailand Meninggal Tertular COVID-19 dari Mayat

Selasa, 14 April 2020 - 16:56 WIB
Seorang biksu Buddha memeriksa suhu tubuh pengunjung di kuil Wat Pho sebagai pencegahan penyebaran virus corona baru (COVID-19) yang telah mewabah di Bangkok, Thailand. Foto/REUTERS/Stringer
BANGKOK - Seorang ahli forensik di Thailand telah meninggal setelah terifeksi virus corona baru (COVID-19) dari mayat korban virus tersebut yang dia periksa.

Penularan dari jasad korban virus corona ke orang yang masih hidup ini menjadi kasus pertama di dunia. Menurut sebuah surat yang diterbitkan Journal of Forensic and Legal Medicine, praktisi forensik yang meninggal itu bekerja di Ibu Kota Thailand, Bangkok. Rincian lebih lanjut, termasuk nama dan umurnya, tidak disebutkan.



Won Sriwijitalai dari Pusat Medis RVT Bangkok dan Viroj Wiwanitkit dari Universitas Patil DY India, ikut menulis surat tersebut.

"Menurut pengetahuan terbaik kami, ini adalah laporan pertama tentang infeksi COVID-19 dan kematian di antara tenaga medis di unit kedokteran forensik," bunyi surat mereka.

Surat itu ditulis pada 20 Maret, ketika ada 272 kasus COVID-19 dikonfirmasi di Thailand, termasuk dua tenaga medis; profesional kedokteran forensik dan asisten perawat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!