Israel dan Hizbullah Saling Bantah Jadi Biang Ledakan Beirut

Rabu, 05 Agustus 2020 - 07:40 WIB
Direktur Keamanan Umum Lebanon Mayor Jenderal Abbas Ibrahim mengklaim roket Israel bertanggung jawab atas ledakan besar di Beirut, yang dilaporkan terdengar hingga ke Siprus yang jaraknya lebih dari 150 mil.

Menurutnya, insiden itu terjadi di sebuah depot di pelabuhan tempat bahan peledak telah disimpan.

Klaim Ibrahim menggemakan pernyataan Hizbullah yang mengatakan "tidak ada kebenaran" untuk laporan awal Israel yang telah menghantam depot senjata milik kelompoknya.

Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan ledakan itu disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat yang dibiarkan tidak aman di gudang dekat pelabuhan selama lebih dari enam tahun. (Baca juga: Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Lebanon, Banyak Orang Terluka )

"Saya tidak akan beristirahat sampai kita menemukan orang yang bertanggung jawab atas apa yang terjadi, untuk membuatnya bertanggung jawab dan menjatuhkan hukuman paling berat," kata Diab.

Diab juga telah mendesak Presiden Libanon Michel Aoun untuk mengumumkan keadaan darurat untuk dua minggu ke depan. Dewan pertahanan tertinggi telah menyatakan Beirut sebagai kota yang dilanda bencana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!