Gertak Barat, Putin Bakal Uji Coba Senjata Nuklir
Sabtu, 30 September 2023 - 11:53 WIB
Kovalchuk, kepala pusat penelitian nasional Institut Kurchatov, dikutip oleh kantor berita pemerintah Rusia RIA Novosti mengatakan tindakan Barat terhadap Rusia menjadi semakin agresif, dan banyak ahli mengusulkan penyesuaian dasar-dasar kebijakan negara di bidang ini.
Kovalchuk mengatakan bahwa pada tahun 1961, Uni Soviet, sebagai tanggapan terhadap retorika Amerika Serikat, menguji bom nuklir yang kuat, setelah itu Amerika segera mulai bernegosiasi.
“Situasinya persis sama sekarang. Cukup melakukan tes di Novaya Zemlya… Setidaknya sekali. Dan semuanya akan beres,” tambah Kovalchuk seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (30/9/2023).
Kovalchuk adalah saudara dari kepala Bank Rossiya, Yury Kovalchuk, dan teman dekat Putin.
Anton Gerashchenko, penasihat menteri dalam negeri Ukraina, pada hari Jumat mengatakan bahwa kedua bersaudara tersebut adalah anggota lingkaran dalam presiden Rusia.
Newsweek telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Rusia melalui email untuk memberikan komentar terkait hal ini.
Baca Juga: Rusia: Rudal Nuklir Sarmat Sudah Siap Tempur
Kovalchuk mengatakan bahwa pada tahun 1961, Uni Soviet, sebagai tanggapan terhadap retorika Amerika Serikat, menguji bom nuklir yang kuat, setelah itu Amerika segera mulai bernegosiasi.
“Situasinya persis sama sekarang. Cukup melakukan tes di Novaya Zemlya… Setidaknya sekali. Dan semuanya akan beres,” tambah Kovalchuk seperti dikutip dari Newsweek, Sabtu (30/9/2023).
Kovalchuk adalah saudara dari kepala Bank Rossiya, Yury Kovalchuk, dan teman dekat Putin.
Anton Gerashchenko, penasihat menteri dalam negeri Ukraina, pada hari Jumat mengatakan bahwa kedua bersaudara tersebut adalah anggota lingkaran dalam presiden Rusia.
Newsweek telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Rusia melalui email untuk memberikan komentar terkait hal ini.
Baca Juga: Rusia: Rudal Nuklir Sarmat Sudah Siap Tempur
Lihat Juga :