Pakar: Jika Arab Saudi Bersenjata Nuklir, Efeknya Domino Termasuk pada Iran dan Israel
Jum'at, 29 September 2023 - 09:04 WIB
Pangeran Mohammed bin Salman dalam wawancara dengan Fox News pada 20 September lalu blakblakan tentang ambisi kerajaan memiliki senjata nuklir jika rivalnya memilikinya lebih dulu.
“Jika mereka mendapatkannya, kami harus mendapatkannya,” katanya.
Namun, komentar Pangeran Mohammed bin Salman itu diikuti dengan kekhawatirannya tentang negara mana pun yang mendapatkan senjata nuklir yang dia sebut sebagai "langkah buruk".
"Putra mahkota mengatakan secara terbuka dan gamblang bahwa Arab Saudi akan membutuhkan senjata nuklir jika Iran memilikinya karena alasan keamanan dan untuk menyeimbangkan kekuatan di Timur Tengah," kata Dr Matthew Crosston, profesor keamanan nasional dan direktur transformasi akademik di Bowie State University.
“Bagi saya, hal ini sepenuhnya realistis dan rasional dari sudut pandang kebijakan luar negeri Arab Saudi. Memiliki nuklir Iran di Timur Tengah yang tidak diimbangi dan diseimbangkan oleh nuklir Arab Saudi sama sekali tidak masuk akal bagi Saudi, dan merupakan tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab di pihak pemerintah Saudi. Apakah ini opsi yang 'paling disukai'? Tentu saja tidak. Dia pada dasarnya mengatakan hal yang sama dalam pidato yang sama. Namun Arab Saudi akan selalu melindungi dirinya dari saingan utama mereka," papar Crosston.
Iran telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai guna menjamin kemandirian energi jangka panjangnya.
Namun, AS dan sekutunya telah menjatuhkan sanksi terhadap Republik Islam Iran atas program nuklirnya, mengeklaim bahwa Teheran diam-diam ingin membuat bom nuklir—namun hal ini dibantah oleh Teheran.
“Jika mereka mendapatkannya, kami harus mendapatkannya,” katanya.
Namun, komentar Pangeran Mohammed bin Salman itu diikuti dengan kekhawatirannya tentang negara mana pun yang mendapatkan senjata nuklir yang dia sebut sebagai "langkah buruk".
"Putra mahkota mengatakan secara terbuka dan gamblang bahwa Arab Saudi akan membutuhkan senjata nuklir jika Iran memilikinya karena alasan keamanan dan untuk menyeimbangkan kekuatan di Timur Tengah," kata Dr Matthew Crosston, profesor keamanan nasional dan direktur transformasi akademik di Bowie State University.
“Bagi saya, hal ini sepenuhnya realistis dan rasional dari sudut pandang kebijakan luar negeri Arab Saudi. Memiliki nuklir Iran di Timur Tengah yang tidak diimbangi dan diseimbangkan oleh nuklir Arab Saudi sama sekali tidak masuk akal bagi Saudi, dan merupakan tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab di pihak pemerintah Saudi. Apakah ini opsi yang 'paling disukai'? Tentu saja tidak. Dia pada dasarnya mengatakan hal yang sama dalam pidato yang sama. Namun Arab Saudi akan selalu melindungi dirinya dari saingan utama mereka," papar Crosston.
Iran telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk mengembangkan energi nuklir untuk tujuan damai guna menjamin kemandirian energi jangka panjangnya.
Namun, AS dan sekutunya telah menjatuhkan sanksi terhadap Republik Islam Iran atas program nuklirnya, mengeklaim bahwa Teheran diam-diam ingin membuat bom nuklir—namun hal ini dibantah oleh Teheran.
Lihat Juga :