Peretas China Curi 60.000 Email dari Departemen Luar Negeri AS
Kamis, 28 September 2023 - 16:34 WIB
Dalam postingan blog yang diterbitkan pada saat itu, perusahaan tersebut juga mengatakan para peretas memiliki “tujuan spionase”, namun menyatakan kesimpulannya dibuat dengan “keyakinan yang moderat.”
Baca juga: Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Uzbekistan, Videonya Mengerikan
Sebanyak 25 entitas dikatakan menjadi sasaran peretasan bulan Juni, di antaranya adalah Departemen Luar Negeri AS dan lembaga pemerintah lainnya.
Ratusan ribu dokumen mungkin terlibat dalam pelanggaran ini, termasuk sekitar 60.000 dokumen dari Departemen Luar Negeri saja, menurut staf tersebut.
Pejabat tingkat tertinggi yang dilaporkan menjadi sasaran peretasan ini termasuk Duta Besar AS untuk China Nicholas Burns dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo.
Meskipun Departemen Luar Negeri belum secara resmi melibatkan China dalam pelanggaran tersebut, Raimondo sendiri telah menuduh China bertanggung jawab dalam komentar publiknya.
“Mereka memang meretas saya, dan hal ini sangat tidak dihargai,” ujar dia kepada NBC News awal bulan ini.
Baca juga: Ledakan Besar Guncang Ibu Kota Uzbekistan, Videonya Mengerikan
Sebanyak 25 entitas dikatakan menjadi sasaran peretasan bulan Juni, di antaranya adalah Departemen Luar Negeri AS dan lembaga pemerintah lainnya.
Ratusan ribu dokumen mungkin terlibat dalam pelanggaran ini, termasuk sekitar 60.000 dokumen dari Departemen Luar Negeri saja, menurut staf tersebut.
Pejabat tingkat tertinggi yang dilaporkan menjadi sasaran peretasan ini termasuk Duta Besar AS untuk China Nicholas Burns dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo.
Meskipun Departemen Luar Negeri belum secara resmi melibatkan China dalam pelanggaran tersebut, Raimondo sendiri telah menuduh China bertanggung jawab dalam komentar publiknya.
“Mereka memang meretas saya, dan hal ini sangat tidak dihargai,” ujar dia kepada NBC News awal bulan ini.
Lihat Juga :