Militer Jerman Hamburkan Rp21 Triliun untuk Radio yang Tak Bisa Dipasang
Selasa, 26 September 2023 - 05:30 WIB
Penyesuaian dilaporkan diperlukan untuk lebih dari seratus jenis kendaraan berbeda yang beroperasi di Bundeswehr.
Baca juga: Gelombang Pertama Tank Abrams Buatan AS Tiba di Ukraina
Masalah-masalah ini telah mendorong Kementerian Pertahanan yang berhati-hati dalam membatalkan garansi pabrik dengan memasang peralatan itu sendiri, menunggu dukungan resmi dari industri pertahanan, sehingga meninggalkan peralatan yang sudah dikirim di rak-rak gudang.
“Ini akan memakan waktu bertahun-tahun. Kita menghabiskan miliaran dolar di sini untuk membeli peralatan radio yang mungkin akan berakhir berdebu di rak dan tidak akan digunakan oleh tentara untuk waktu yang lama,” keluh anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat Andreas Schwarz.
Kampanye pengadaan radio “Digitalisasi Operasi Berbasis Darat” yang dilakukan Bundeswehr pada akhirnya diperkirakan akan merugikan Jerman hingga 5 miliar euro.
Berlin mengumumkan peningkatan belanja pertahanan yang ambisius sebesar 100 miliar euro tahun lalu di tengah meningkatnya ketegangan dramatis antara NATO dan Rusia mengenai Ukraina.
Baca juga: Gelombang Pertama Tank Abrams Buatan AS Tiba di Ukraina
Masalah-masalah ini telah mendorong Kementerian Pertahanan yang berhati-hati dalam membatalkan garansi pabrik dengan memasang peralatan itu sendiri, menunggu dukungan resmi dari industri pertahanan, sehingga meninggalkan peralatan yang sudah dikirim di rak-rak gudang.
“Ini akan memakan waktu bertahun-tahun. Kita menghabiskan miliaran dolar di sini untuk membeli peralatan radio yang mungkin akan berakhir berdebu di rak dan tidak akan digunakan oleh tentara untuk waktu yang lama,” keluh anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat Andreas Schwarz.
Kampanye pengadaan radio “Digitalisasi Operasi Berbasis Darat” yang dilakukan Bundeswehr pada akhirnya diperkirakan akan merugikan Jerman hingga 5 miliar euro.
Berlin mengumumkan peningkatan belanja pertahanan yang ambisius sebesar 100 miliar euro tahun lalu di tengah meningkatnya ketegangan dramatis antara NATO dan Rusia mengenai Ukraina.
Lihat Juga :