Perang Besar di Afrika Pecah, ECOWAS Akan Serbu Niger

Jum'at, 18 Agustus 2023 - 11:03 WIB
“Demokrasi adalah apa yang kami perjuangkan dan kami dorong,” kata Kepala Staf Pertahanan Nigeria, Jenderal Christopher Gwabin Musa pada awal pertemuan dua hari di Accra. “Fokus dari pertemuan kami bukan hanya untuk bereaksi terhadap peristiwa, tetapi untuk secara proaktif memetakan arah yang menghasilkan perdamaian dan meningkatkan stabilitas.”

Pertemuan untuk membahas krisis Niger dilakukan setelah tenggat waktu 6 Agustus berlalu bagi tentara pemberontak untuk membebaskan dan mengembalikan Bazoum atau menghadapi intervensi militer. Bazoum tetap dalam tahanan rumah bersama istri dan putranya di ibu kota, Niamey.

Blok tersebut telah lama membahas penggunaan kekuatan militer yang digambarkannya sebagai "upaya terakhir" selama berminggu-minggu karena beberapa tim mediasi yang dikirim ke Niamey dan juga karena kurangnya konsensus di dalam jajarannya.

Baca Juga: Hindari Perang Besar, Pemimpin Kudeta Niger Siap Berunding dengan ECOWAS

Burkina Faso dan Mali, yang telah mengalami banyak kudeta sejak 2020, memperingatkan bahwa intervensi militer apa pun di Niger akan dinyatakan sebagai tindakan perang, mengungkapkan keretakan di wilayah antara negara-negara pesisirnya dan negara-negara di Sahel yang bergejolak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!