Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam, 23 Tewas dan 30 Hilang
Jum'at, 11 Agustus 2023 - 19:21 WIB
Perjalanan panjang melintasi Laut Andaman dengan perahu nelayan yang penuh sesak selalu berbahaya, tetapi terutama pada saat-saat seperti ini, di puncak musim badai monsun.
Sebagian besar pengungsi Rohingya berusaha menyeberang antara bulan Oktober dan Mei.
Mereka bersedia mengambil risiko - dan seringkali menjual satu-satunya aset mereka, seperti tanah, untuk mendanai perjalanan - karena kondisi yang sangat suram di mana mereka terpaksa hidup, baik sebagai pengungsi di kamp-kamp yang sangat padat di perbatasan Bangladesh, atau mengalami diskriminasi dan pembatasan pergerakan di Myanmar.
Baca Juga: Demi Pengakuan, Israel Dukung Militer Myanmar dalam Genosida Muslim Rohingya
Sebagian besar pengungsi Rohingya berusaha menyeberang antara bulan Oktober dan Mei.
Mereka bersedia mengambil risiko - dan seringkali menjual satu-satunya aset mereka, seperti tanah, untuk mendanai perjalanan - karena kondisi yang sangat suram di mana mereka terpaksa hidup, baik sebagai pengungsi di kamp-kamp yang sangat padat di perbatasan Bangladesh, atau mengalami diskriminasi dan pembatasan pergerakan di Myanmar.
Baca Juga: Demi Pengakuan, Israel Dukung Militer Myanmar dalam Genosida Muslim Rohingya
(ian)
Lihat Juga :