Kapal Pengungsi Rohingya Tenggelam, 23 Tewas dan 30 Hilang

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 19:21 WIB
loading...
Kapal Pengungsi Rohingya...
Kapal pengungsi Rohingya tenggela, 23 tewas dan 30 hilang. Foto/Ilustrasi
A A A
YANGON - Setidaknya 23 mayat pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari negara bagian Rakhine Myanmar telah ditemukan setelah kapal mereka tenggelam.

Sementara itu, 30 lainnya masih hilang dan delapan orang dilaporkan selamat dari kecelakaan itu.

Muslim Rohingya adalah etnis minoritas di Myanmar yang mayoritas beragama Budha. Banyak dari mereka melarikan diri ke Bangladesh pada tahun 2017 untuk menghindari kampanye genosida yang diluncurkan oleh militer Myanmar. Mereka yang tersisa di Myanmar juga berusaha melarikan diri sejak kudeta militer pada 2021.

Setiap tahun ribuan orang Rohingya melakukan perjalanan laut yang berbahaya ke Malaysia atau Indonesia.

Baca Juga: Ucapkan Ramadan Kareem, Biden Singgung Nasib Muslim Uighur dan Rohingya

Para penyintas mengatakan mereka berusaha untuk mencapai Malaysia ketika kapal mereka yang membawa lebih dari 50 penumpang kandas dan ditinggalkan oleh awaknya pada hari Minggu.

Mereka melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar dan kamp pengungsi yang penuh sesak di Bangladesh.

"Mereka yang meninggal minggu ini termasuk 13 wanita dan 10 pria, semuanya Muslim Rohingya," kata tim penyelamat seperti dikutip dari BBC, Jumat (11/8/2023).

Orang-orang yang selamat dari kapal yang tenggelam minggu ini terkena gelombang besar di dekat ibu kota Rakhine, Sittwe.

Baca Juga: Penyintas Genosida Rohingya Seret Myanmar ke Meja Hijau

Mereka mengatakan para penyelundup, yang telah dibayar sekitar USD4.000 per orang untuk perjalanan ke Malaysia, kemudian meninggalkan kapalnya. Mayat para korban telah dijemput oleh perahu lain, atau terdampar di pantai.

Perjalanan panjang melintasi Laut Andaman dengan perahu nelayan yang penuh sesak selalu berbahaya, tetapi terutama pada saat-saat seperti ini, di puncak musim badai monsun.

Sebagian besar pengungsi Rohingya berusaha menyeberang antara bulan Oktober dan Mei.

Mereka bersedia mengambil risiko - dan seringkali menjual satu-satunya aset mereka, seperti tanah, untuk mendanai perjalanan - karena kondisi yang sangat suram di mana mereka terpaksa hidup, baik sebagai pengungsi di kamp-kamp yang sangat padat di perbatasan Bangladesh, atau mengalami diskriminasi dan pembatasan pergerakan di Myanmar.

Baca Juga: Demi Pengakuan, Israel Dukung Militer Myanmar dalam Genosida Muslim Rohingya
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KBRI Kuala Lumpur Pantau...
KBRI Kuala Lumpur Pantau Pencarian 14 WNI Korban Kecelakaan Kapal di Malaysia
Kapal Migran Tenggelam...
Kapal Migran Tenggelam di Lepas Pantai Malaysia, 14 Orang Hilang
Kapal Feri Membawa 359...
Kapal Feri Membawa 359 Orang Tenggelam di Filipina, Korban Jiwa Berjatuhan
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Portugal Temukan 2 Jenazah...
Portugal Temukan 2 Jenazah Nelayan WNI setelah Seminggu Terombang-ambing di Laut
Cerita Tragis Kapal...
Cerita Tragis Kapal Perang AS Tenggelam, 150 Pelaut Dimakan Hiu Hidup-hidup
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Berita Terkini
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved