Ribut dengan AS, China Kembali Dipasok Sistem Rudal S-400 Rusia

Senin, 27 Juli 2020 - 08:24 WIB
China menjadi pembeli asing pertama dari sistem rudal surface-to-air S-400 tercanggih Rusia. Moskow menandatangani kontrak dengan Beijing untuk pengiriman dua set resimen S-400 pada 2014.

Satu set resimen pertama S-400 dikirim ke Cina pada musim semi 2018. Militer Beijing berhasil menguji coba peluncur rudal dan menghantam target aerodinamis dan target balistik. (Baca juga: Turki Juga Tes S-400 Rusia terhadap Jet Siluman F-35 dan F-22 AS )

S-400 Triumph, yang oleh NATO dinamai SA-21 Growler, adalah sistem rudal surface-to-air jarak jauh dan menengah terbaru yang mulai beroperasi pada tahun 2007. Sistem ini dirancang untuk menghancurkan, pesawat, rudal jelajah dan rudal balistik dan juga dapat digunakan terhadap instalasi darat.

S-400 dapat menghantam target pada jarak hingga 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km.

Selain China , Turki juga membeli senjata pertahanan tersebut yang mulai dikirim pada 12 Juli. India mengikuti jejak kedua negara itu dan pengiriman dijadwalkan mulai akhir 2020.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!