7 Pemimpin Negara Berstatus LGBT, Nomor Terakhir Melahirkan Anak Laki-Laki

Kamis, 01 Juni 2023 - 10:08 WIB
Baca Juga: Sindir Oposisi, Erdogan: Gay Tidak akan Menyusup Kepemimpinan Turki

6. PM Islandia Johanna Siguroardottir



Foto/Reuters

Sigurdardottir menjabat sebagai Perdana Menteri Islandia dari 2009-2013 dan merupakan Perdana Menteri lesbi pertama di dunia. Sigurdardottir lahir pada tanggal 4 Oktober 1942, di Reykjavík, Islandia. Dia belajar di Sekolah Tinggi Komersial Islandia dan lulus pada 1960.

Pada 1962, Siguroardottir menjadi pramugari Loftleiðir Icelandic airlines hingga 1971. Kehidupan politiknya dimulai saat bekerja sebagai pramugari melalui serikat pekerja. Dia adalah seorang anggota serikat yang sangat aktif, "dua kali menjabat sebagai ketua dewan Asosiasi Awak Kabin Islandia (1966, 1969)."

Meskipun telah bekerja secara intensif untuk berbagai serikat maskapai penerbangan, karier politik profesional Sigurdardottir dikatakan telah dimulai pada 1978, ketika dia terpilih menjadi anggota Althingi (Parlemen Islandia) yang mewakili daerah pemilihan Reykjavík. Selama di Althingi, Sigurdardottir menjadi Wakil Ketua (1979, 1983-1984 dan 2003-2007), dan dia telah bertugas di banyak komite mulai dari Urusan Luar Negeri dan Urusan Konstitusi hingga Urusan Ekonomi/Perdagangan dan Sosial. Dia juga dua kali menjadi Menteri Urusan Sosial, dari 1987 hingga 1994, dan juga dari 2007 hingga 2009.

Sigurdardottir merupakan anggota Parlemen terlama di Islandia dan telah terdaftar di antara 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi Forbes. Pada 2017, dia merilis biografi berjudul Minn tími ("Waktu Saya").

7. PM Serbia Ana Brnabic



Foto/Reuters

Pada Februari 2019, pasangan LGBT PM Serbia Ana Brnabic, yakni Milica Djurdjic telah melahirkan melalui inseminasi buatan. Bayi itu laki-laki dan diberi nama Igor.

Brnabic menjadi perempuan pertama Serbia dan perdana menteri gay pertama di negara tersebut pada Juni 2017. Penunjukannya dipandang sebagai langkah mengejutkan bagi negara Balkan di mana pernikahan sesama jenis tidak diakui.

"Ana Brnabic adalah salah satu perdana menteri pertama yang pasangannya melahirkan saat menjabat... dan yang pertama di dunia dalam pasangan sesama jenis," demikian keterangan kantor PM.

Djurdjic, yang berprofesi sebagai dokter, hamil melalui inseminasi buatan. Dia dan Brnabic bertemu di sebuah bar gay di ibukota, Beograd.

Padahal, konstitusi negara secara eksplisit mendefinisikan pernikahan antara pria dan wanita, dan kemitraan sipil gay tidak diakui secara resmi. Pasangan sesama jenis juga dilarang mengadopsi anak, meskipun orang lajang dapat mengadopsi terlepas dari orientasi seksual mereka.

Serbia memiliki beberapa undang-undang untuk mengatasi diskriminasi, ketidaksetaraan, dan ujaran kebencian, tetapi para aktivis berpendapat bahwa tidak cukup banyak yang dilakukan untuk memperluas hak-hak ini atau menegakkannya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!