Iran Bangun Fasilitas Nuklir di Perut Bumi Agar Tak Tembus Serangan Udara AS
Rabu, 24 Mei 2023 - 19:15 WIB
“Mengingat seberapa dekat Iran dengan bom, ia hanya memiliki sedikit ruang untuk meningkatkan programnya tanpa melanggar garis merah AS dan Israel. Jadi pada titik ini, eskalasi lebih lanjut meningkatkan risiko konflik,” lanjutnya.
Baca juga: Menhan Israel: Iran Bisa Buat 5 Bom Nuklir
Konstruksi di situs Natanz dilakukan lima tahun setelah Presiden Donald Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian nuklir. Trump berpendapat kesepakatan itu tidak membahas program rudal balistik Teheran, atau dukungannya terhadap milisi di Timur Tengah yang lebih luas.
Tapi yang dilakukannya adalah dengan ketat membatasi pengayaan uranium Iran hingga kemurnian 3,67%, cukup kuat hanya untuk menggerakkan pembangkit listrik sipil, dan menjaga persediaannya hanya sekitar 300 kilogram (660 pon).
Iran mengatakan, konstruksi baru itu akan menggantikan pusat manufaktur centrifuge di atas tanah di Natanz yang dilanda ledakan dan kebakaran pada Juli 2020. Teheran menyalahkan insiden itu pada Israel, yang telah lama dicurigai melakukan sabotase terhadap programnya.
Teheran belum mengakui rencana lain untuk fasilitas tersebut, meskipun harus mengumumkan situs tersebut ke IAEA jika mereka berencana memasukkan uranium ke dalamnya. IAEA yang berbasis di Wina tidak menanggapi pertanyaan tentang fasilitas bawah tanah yang baru.
Baca juga: Menhan Israel: Iran Bisa Buat 5 Bom Nuklir
Konstruksi di situs Natanz dilakukan lima tahun setelah Presiden Donald Trump secara sepihak menarik Amerika dari perjanjian nuklir. Trump berpendapat kesepakatan itu tidak membahas program rudal balistik Teheran, atau dukungannya terhadap milisi di Timur Tengah yang lebih luas.
Tapi yang dilakukannya adalah dengan ketat membatasi pengayaan uranium Iran hingga kemurnian 3,67%, cukup kuat hanya untuk menggerakkan pembangkit listrik sipil, dan menjaga persediaannya hanya sekitar 300 kilogram (660 pon).
Iran mengatakan, konstruksi baru itu akan menggantikan pusat manufaktur centrifuge di atas tanah di Natanz yang dilanda ledakan dan kebakaran pada Juli 2020. Teheran menyalahkan insiden itu pada Israel, yang telah lama dicurigai melakukan sabotase terhadap programnya.
Teheran belum mengakui rencana lain untuk fasilitas tersebut, meskipun harus mengumumkan situs tersebut ke IAEA jika mereka berencana memasukkan uranium ke dalamnya. IAEA yang berbasis di Wina tidak menanggapi pertanyaan tentang fasilitas bawah tanah yang baru.
Lihat Juga :