4 Tokoh Oposisi Rusia yang Pernah Diracun oleh Putin

Sabtu, 20 Mei 2023 - 09:25 WIB
Alexei Navalny dikenal dunia internasional sebagai tokoh oposisi Rusia yang sangat vokal. Meskipun berada di penjara, dia mengkritik kebijakan Putin mengirimkan para penjahat untuk mewujudkan perang yang agresif.

Pada Agustus 2020, Navalny diracun dengan Novichok, gas syaraf yang mematikan, ketika dia sedang dalam perjalanan ke Siberia. Racun itu hampir membunuhnya hingga dia diterbangkan ke Jerman untuk perawatan.

Tak takut mati, Navalny kembali ke Rusia pada Januari 2021 untuk memimpin demonstrasi oposisi. Dia ditangkap atas tudingan penghinaan kepada pengadilan. Dia sedang menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun.

Sejak 2010, Navalny memang aktif terlibat dalam beberagarak gerakan anti-Putin. Dia mendirikan kendaraan politiknya, Anti-Corruption Foundation. Dia juga dikenal di media sosial dan virtual karena kerap melancarkan kritik kepada Putin. Lembaga yang didirikan Navalny itu disebut oleh Putin sebagai ekstrimis dan terlibat skandal korupsi.

4. Dmitry Bykov



Foto.Reuters

Lahir dari keluarga Yahudi, Dmitry Bykov bekerja sebagai jurnalis dan kritikus. Dia menjadi profesor sastra di MGIMO, salah satu universitas elite di Rusia. Dia juga dikenal sebagai penulis biografi Boris Pasternak yang dipublikasikan pada 2005.

Pada April 2019, Bykov dirawat di rumah sakit dan dokter menyimpulkan bahwa dia mengalami keracunan gas saraf. Ada dugaan bahwa dia diracun oleh agen rahasia Rusia. Gas saraf yang digunakan untuk meracun Bykov sama seperti yang digunakan Alexei Navalny.

Bykov menjadi target tokoh penentang Putin yang harus diracun karena banyak kritik yang ditujukan kepada pemerintahan berkuasa. dia menggunakan banyak cara untuk mengkritik Putin, seperti parodi, puisi, hingga berbagai artikel di media yang dipimpinnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!