4 Alasan Wagner Akan Menyerah, Salah Satunya Banyak Tentara Tewas
Rabu, 10 Mei 2023 - 11:52 WIB
Yevgeny Prigozhin, pendiri Wagner yang memiliki afiliasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengklaim para prajurit Wagner mengalami kekurangan pasokan amunisi dan logistik. Itu menyebabkan mereka mengalami kekalahan pada banyak pertempuran. Dia menyalahkan militer Rusia yang tidak profesional dalam bertempur.
Hanna Maliar, deputi Menteri Pertahanan Ukraina, serangan artileri Ukraina berhasil menghancurkan cadangan amunisi Wagner. Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sudah menghancurkan jembatan yang digunakan tentara Ukraina untuk mengirimkan suplai amunisi dan logistik di Bakhmut dan beberapa kota lainnya.
2. Banyak Prajurit Wagner Tewas
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Prigozhin pernah mengungkapkan menayangkan sekitar 30 prajuritnya yang meninggal dalam pertempuran. "Para tentara seharusnya tidak mati karena kebodohan para pemimpinnya," ujar Prigozhin.
Dalam pandangan Yohann Michel, analis perang dari International Institute for Strategic Studies, mengatakan bahwa Wagner sudah siap melempar handuk sebagai tanda kekalahan. "Wagner juga ingin meregrup ulang pasukannya di lapangan," kata Michel.
Baca Juga: Janjikan Amunisi yang Cukup, Rusia Minta Tentara Bayaran Wagner Tetap Perang di Bakhmut
Hanna Maliar, deputi Menteri Pertahanan Ukraina, serangan artileri Ukraina berhasil menghancurkan cadangan amunisi Wagner. Sedangkan Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim sudah menghancurkan jembatan yang digunakan tentara Ukraina untuk mengirimkan suplai amunisi dan logistik di Bakhmut dan beberapa kota lainnya.
2. Banyak Prajurit Wagner Tewas
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Prigozhin pernah mengungkapkan menayangkan sekitar 30 prajuritnya yang meninggal dalam pertempuran. "Para tentara seharusnya tidak mati karena kebodohan para pemimpinnya," ujar Prigozhin.
Dalam pandangan Yohann Michel, analis perang dari International Institute for Strategic Studies, mengatakan bahwa Wagner sudah siap melempar handuk sebagai tanda kekalahan. "Wagner juga ingin meregrup ulang pasukannya di lapangan," kata Michel.
Baca Juga: Janjikan Amunisi yang Cukup, Rusia Minta Tentara Bayaran Wagner Tetap Perang di Bakhmut
Lihat Juga :