2 Negara Eropa yang Pernah Bantai Kaum Muslim Besar-besaran
Kamis, 04 Mei 2023 - 20:53 WIB
Mereka ditekan oleh kampanye asimilasi rezim diktator komunis Todor Zhivkov. Meskipun sepertiga dari mereka kembali sebelum akhir tahun, banyak yang masih menderita akibat dari kampanye tersebut.
Program kampanye asimilasi dimulai pada tahun 1984 dan memaksa semua orang Turki dan semua Muslim lainnya yang tinggal di Bulgaria untuk menggunakan nama Bulgaria dan meninggalkan semua kebiasaan Muslim.
Dipercaya bahwa faktor utama di balik kampanye asimilasi 1984 adalah tingkat kelahiran orang Turki yang tidak proporsional dan tingkat kelahiran orang Bulgaria yang lebih rendah.
Selama fase perubahan nama, kota dan desa Turki dikelilingi oleh unit tentara. Warga diberikan kartu identitas baru dengan nama Bulgaria. Jika gagal menunjukkan kartu baru berarti penyitaan gaji, pembayaran pensiun, dan penarikan bank.
Akta kelahiran atau pernikahan hanya akan diterbitkan atas nama Bulgaria. Kostum tradisional Turki dilarang; rumah digeledah dan semua tanda identitas Turki disingkirkan. Masjid ditutup.
Dalam upaya untuk melawan tindakan asimilasi, beberapa orang menolak untuk mengubah nama mereka dan mempertahankan identitas Turki mereka.
Namun, menurut perkiraan kontemporer, 500 hingga 1.500 orang terbunuh ketika mereka menolak tindakan asimilasi, dan ribuan lainnya dipenjara, dikirim ke kamp kerja paksa atau dipindahkan secara paksa.
Pembantaian terhadap orang Turki di Bulgaria pada tahun 1989 merupakan tragedi besar bagi orang Turki dan Muslim lainnya yang tinggal di Bulgaria. Kampanye asimilasi yang diterapkan pada masa itu telah memberikan efek yang traumatis bagi banyak orang, yang hingga saat ini masih berdampak pada kehidupan mereka.
Kejadian diatas merupakan contoh kejamnya sejarah dunia terhadap kaum Muslim. Kejadian ini mengingatkan dunia untuk selalu berjuang melawan diskriminasi dan kebencian. Semua manusia harus dihormati dan diakui hak-haknya tanpa memandang agama, ras, atau budaya. Semoga kejadian seperti ini tidak pernah terulang lagi di masa depan.
Program kampanye asimilasi dimulai pada tahun 1984 dan memaksa semua orang Turki dan semua Muslim lainnya yang tinggal di Bulgaria untuk menggunakan nama Bulgaria dan meninggalkan semua kebiasaan Muslim.
Dipercaya bahwa faktor utama di balik kampanye asimilasi 1984 adalah tingkat kelahiran orang Turki yang tidak proporsional dan tingkat kelahiran orang Bulgaria yang lebih rendah.
Selama fase perubahan nama, kota dan desa Turki dikelilingi oleh unit tentara. Warga diberikan kartu identitas baru dengan nama Bulgaria. Jika gagal menunjukkan kartu baru berarti penyitaan gaji, pembayaran pensiun, dan penarikan bank.
Akta kelahiran atau pernikahan hanya akan diterbitkan atas nama Bulgaria. Kostum tradisional Turki dilarang; rumah digeledah dan semua tanda identitas Turki disingkirkan. Masjid ditutup.
Dalam upaya untuk melawan tindakan asimilasi, beberapa orang menolak untuk mengubah nama mereka dan mempertahankan identitas Turki mereka.
Namun, menurut perkiraan kontemporer, 500 hingga 1.500 orang terbunuh ketika mereka menolak tindakan asimilasi, dan ribuan lainnya dipenjara, dikirim ke kamp kerja paksa atau dipindahkan secara paksa.
Pembantaian terhadap orang Turki di Bulgaria pada tahun 1989 merupakan tragedi besar bagi orang Turki dan Muslim lainnya yang tinggal di Bulgaria. Kampanye asimilasi yang diterapkan pada masa itu telah memberikan efek yang traumatis bagi banyak orang, yang hingga saat ini masih berdampak pada kehidupan mereka.
Kejadian diatas merupakan contoh kejamnya sejarah dunia terhadap kaum Muslim. Kejadian ini mengingatkan dunia untuk selalu berjuang melawan diskriminasi dan kebencian. Semua manusia harus dihormati dan diakui hak-haknya tanpa memandang agama, ras, atau budaya. Semoga kejadian seperti ini tidak pernah terulang lagi di masa depan.
(mas)
Lihat Juga :