Duh, Senjata Italia yang Dipasok ke Ukraina Dilaporkan Tidak Siap Tempur
Minggu, 30 April 2023 - 14:01 WIB
Menurut laporan itu, jika serangan balik Ukraina gagal memenuhi harapan Barat, kritik di AS dan di tempat lain akan mempertanyakan kelayakan dukungan militer lebih lanjut.
"Pemerintah Barat pada akhirnya dapat memutuskan untuk memaksa Kiev menerima penyelesaian yang dirundingkan," lapor Financial Times yang dikutip dari Russia Today, Minggu (30/4/2023).
Surat kabar itu menyimpulkan bahwa mengamankan keuntungan teritorial besar melawan pasukan Rusia kemungkinan besar akan menjadi tugas berat bagi Kiev.
Baca Juga: Serangan Rudal Besar-besaran Rusia Tewaskan 26 Orang di Ukraina
Pada hari Rabu, pembantu senior Presiden Zelensky, Mikhail Podoliak, bersikeras bahwa Ukraina masih membutuhkan lebih banyak persenjataan dan peralatan. Ini bertentangan dengan komandan AS untuk pasukan NATO di Eropa, Jenderal Christopher Cavoli, yang di depan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS mengklaim bahwa para pendukung Kiev telah mengirimkan 98% unit kendaraan tempur yang dijanjikan ke Ukraina.
"Pemerintah Barat pada akhirnya dapat memutuskan untuk memaksa Kiev menerima penyelesaian yang dirundingkan," lapor Financial Times yang dikutip dari Russia Today, Minggu (30/4/2023).
Surat kabar itu menyimpulkan bahwa mengamankan keuntungan teritorial besar melawan pasukan Rusia kemungkinan besar akan menjadi tugas berat bagi Kiev.
Baca Juga: Serangan Rudal Besar-besaran Rusia Tewaskan 26 Orang di Ukraina
Pada hari Rabu, pembantu senior Presiden Zelensky, Mikhail Podoliak, bersikeras bahwa Ukraina masih membutuhkan lebih banyak persenjataan dan peralatan. Ini bertentangan dengan komandan AS untuk pasukan NATO di Eropa, Jenderal Christopher Cavoli, yang di depan Komite Angkatan Bersenjata DPR AS mengklaim bahwa para pendukung Kiev telah mengirimkan 98% unit kendaraan tempur yang dijanjikan ke Ukraina.
Lihat Juga :