Eks Diktator Sudan Dilaporkan Dipindahkan dari Penjara ke Rumah Sakit Militer
Rabu, 26 April 2023 - 16:40 WIB
Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) menyetujui gencatan senjata 72 jam yang dimulai pada hari Selasa setelah negosiasi yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi.
Namun tembakan dan ledakan terdengar setelah malam tiba di Omdurman, salah satu kota kembar Khartoum di Sungai Nil di mana tentara menggunakan drone untuk menargetkan posisi RSF, kata seorang wartawan Reuters.
Utusan khusus PBB untuk Sudan, Volker Perthes, pada hari Selasa mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa gencatan senjata tampaknya bertahan di beberapa bagian sejauh ini.
Namun dia mengatakan bahwa tidak ada pihak yang menunjukkan kesiapan untuk bernegosiasi secara serius, menunjukkan bahwa keduanya berpikir bahwa mengamankan kemenangan militer atas pihak lain adalah mungkin.
Baca Juga: Laboratorium Diduduki Pihak Bertikai di Sudan, WHO Ingatkan Ancaman Bahaya Biologis
"Ini salah perhitungan," kata Perthes, seraya menambahkan bahwa bandara Khartoum beroperasi tetapi landasannya rusak.
Namun tembakan dan ledakan terdengar setelah malam tiba di Omdurman, salah satu kota kembar Khartoum di Sungai Nil di mana tentara menggunakan drone untuk menargetkan posisi RSF, kata seorang wartawan Reuters.
Utusan khusus PBB untuk Sudan, Volker Perthes, pada hari Selasa mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa gencatan senjata tampaknya bertahan di beberapa bagian sejauh ini.
Namun dia mengatakan bahwa tidak ada pihak yang menunjukkan kesiapan untuk bernegosiasi secara serius, menunjukkan bahwa keduanya berpikir bahwa mengamankan kemenangan militer atas pihak lain adalah mungkin.
Baca Juga: Laboratorium Diduduki Pihak Bertikai di Sudan, WHO Ingatkan Ancaman Bahaya Biologis
"Ini salah perhitungan," kata Perthes, seraya menambahkan bahwa bandara Khartoum beroperasi tetapi landasannya rusak.
Lihat Juga :