Dokumen Rahasia AS: Ukraina Kehabisan Rudal S-300 Mei Nanti

Senin, 10 April 2023 - 10:40 WIB
"Jika kita kalah dalam pertempuran di langit, konsekuensinya bagi Ukraina akan sangat serius," katanya.

"Ini bukan waktunya untuk menunda-nunda," katanya lagi.

Setelah lebih dari satu tahun perang, katanya, Ukraina menghadapi tantangan serius dalam menemukan amunisi rancangan Soviet untuk tulang punggung sistem pertahanan udaranya, S-300 dan sistem Buk.

Pesawat pengebom dan helikopter tempur Rusia belum pernah menjelajah di luar garis depan Ukraina selama hampir satu tahun setelah pertahanan udara Ukraina menembak jatuh beberapa pesawat pada minggu-minggu awal perang.

Akibatnya, Rusia hanya mampu menyerang jauh di dalam Ukraina dengan rudal jelajah mahal dan pesawat tak berawak jarak jauh buatan Iran, daripada bom presisi yang jauh lebih banyak dan lebih kuat.

Baca Juga: Hampir Tembak Jatuh Pesawat Inggris, Rusia-NATO Selangkah Lagi Perang Habis-habisan

Pertahanan udara Ukraina juga membuat pesawat Rusia tidak mungkin menargetkan konvoi pasukan Kiev yang bergerak, konsentrasi pasukan, dan target militer lainnya di belakang, mengimbangi keunggulan besar Moskow dalam jumlah dan kualitas pesawat tempur.

Jika benar, penilaian yang mengkhawatirkan dalam presentasi yang bocor menjelaskan urgensi Kiev telah melobi AS dan sekutu Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara buatan Barat dan untuk menyediakan Ukraina dengan jet tempur buatan Barat, seperti F-16, sehingga dapat mencegah serangan oleh pesawat pengebom Rusia.

Menurut salah satu dokumen yang bocor, konsekuensi yang mungkin timbul dari krisis pertahanan udara adalah bahwa Ukraina akan kehilangan kemampuannya untuk mengerahkan pasukan darat massal di dekat garis depan, dan untuk melakukan serangan balasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!