DK PBB Tolak Permintaan Rusia Gelar Penyelidikan Independen Ledakan Nord Stream
Selasa, 28 Maret 2023 - 06:00 WIB
"Kami memiliki keraguan yang serius dan beralasan atas objektivitas dan transparansi penyelidikan nasional yang dilakukan oleh beberapa negara Eropa," kata utusan Rusia, Vassily Nebenzia.
Baca juga: Tutupi Peran dalam Sabotase Nord Stream, AS Buat Hoax
Dia menunjuk pada "kecurigaan yang meningkat" bahwa ketiga penyelidikan itu bertujuan bukan untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan tindakan sabotase, melainkan untuk menyembunyikan bukti dan membersihkan tempat kejadian perkara.
"Saya pikir setelah pemungutan suara hari ini, kecurigaan mengenai siapa yang berada di balik tindakan sabotase di Nord Stream menjadi jelas," tambahnya.
Beberapa anggota meyakinkan ketiga negara yang melakukan penyelidikan atas kepercayaan mereka, dan mencela apa yang mereka tolak sebagai upaya Rusia untuk mengalihkan perhatian dari invasinya ke Ukraina.
"Itu adalah upaya untuk mendiskreditkan pekerjaan investigasi nasional yang sedang berlangsung dan prasangka terhadap kesimpulan yang mereka capai yang tidak sesuai dengan narasi politik Rusia yang telah ditentukan sebelumnya," kata Wakil Duta Besar Amerika Serikat, Robert Wood.
Baca juga: Tutupi Peran dalam Sabotase Nord Stream, AS Buat Hoax
Dia menunjuk pada "kecurigaan yang meningkat" bahwa ketiga penyelidikan itu bertujuan bukan untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan tindakan sabotase, melainkan untuk menyembunyikan bukti dan membersihkan tempat kejadian perkara.
"Saya pikir setelah pemungutan suara hari ini, kecurigaan mengenai siapa yang berada di balik tindakan sabotase di Nord Stream menjadi jelas," tambahnya.
Beberapa anggota meyakinkan ketiga negara yang melakukan penyelidikan atas kepercayaan mereka, dan mencela apa yang mereka tolak sebagai upaya Rusia untuk mengalihkan perhatian dari invasinya ke Ukraina.
"Itu adalah upaya untuk mendiskreditkan pekerjaan investigasi nasional yang sedang berlangsung dan prasangka terhadap kesimpulan yang mereka capai yang tidak sesuai dengan narasi politik Rusia yang telah ditentukan sebelumnya," kata Wakil Duta Besar Amerika Serikat, Robert Wood.
Lihat Juga :