Spesifikasi B-52 Bombers Andalan Amerika Serikat
Jum'at, 24 Maret 2023 - 12:30 WIB
Demi bisa beroperasi sampai tahun 2050, pemerintah AS melakukan pembaruan atau upgrade terhadap pesawat tersebut. Melansir Sindonews, langkah dini untuk melakukan pembaruan tersebut adalah dengan mengganti mesin pesawat yang lama dengan mesin baru.
Baca juga: Beroperasi di Tetangga Indonesia, Apakah Bomber B-52 AS Bawa Bom Nuklir?
Diketahui, B-52 memiliki mesin lawas turbofan Pratt & Whitney TF33-PW-103 dan akan digantikan dengan mesin F130 produksi Rolls-Royce. Mesin anyar tersebut sengaja dipilih karena terdata sudah mengumpulkan lebih dari 27 juta jam terbang. Hal tersebut sudah sangat menguatkan bahwa F130 merupakan barang berkualitas dan tangguh.
Di sisi lain, kehadiran mesin baru tersebut juga dikatakan bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan memperluas jangkauan. Belum lagi iming-iming pemeliharaannya yang sangat mudah. Sebagai produsen pesawat, Boeing nantinya bertugas untuk mengintegrasikan mesin ke dalam pesawat.
Eura Asian Times memberitakan, radar milik B-52 juga akan ditingkatkan kemampuannya sebab selama ini masih dirasa sangat kuno. Pemilihan radar baru yang sudah dikonfirmasi adalah Raytheon AN/APG-79 milik F/A-18E/F Super Hornet. Radar akan memberikan deteksi udara-ke-darat yang lebih besar kepada pesawat. Jangkauan pelacakannya pun akan masif dengan kemampuan pengendalian tembakan yang tak kalah mumpuni.
Baca juga: Beroperasi di Tetangga Indonesia, Apakah Bomber B-52 AS Bawa Bom Nuklir?
Diketahui, B-52 memiliki mesin lawas turbofan Pratt & Whitney TF33-PW-103 dan akan digantikan dengan mesin F130 produksi Rolls-Royce. Mesin anyar tersebut sengaja dipilih karena terdata sudah mengumpulkan lebih dari 27 juta jam terbang. Hal tersebut sudah sangat menguatkan bahwa F130 merupakan barang berkualitas dan tangguh.
Di sisi lain, kehadiran mesin baru tersebut juga dikatakan bisa meningkatkan efisiensi bahan bakar dan memperluas jangkauan. Belum lagi iming-iming pemeliharaannya yang sangat mudah. Sebagai produsen pesawat, Boeing nantinya bertugas untuk mengintegrasikan mesin ke dalam pesawat.
Eura Asian Times memberitakan, radar milik B-52 juga akan ditingkatkan kemampuannya sebab selama ini masih dirasa sangat kuno. Pemilihan radar baru yang sudah dikonfirmasi adalah Raytheon AN/APG-79 milik F/A-18E/F Super Hornet. Radar akan memberikan deteksi udara-ke-darat yang lebih besar kepada pesawat. Jangkauan pelacakannya pun akan masif dengan kemampuan pengendalian tembakan yang tak kalah mumpuni.
(esn)
Lihat Juga :