Tolak Reformasi Pensiun, Demonstran-Polisi Bentrok di Seluruh Prancis

Jum'at, 24 Maret 2023 - 00:15 WIB
Aksi protes terhadap undang-undang baru, yang juga mempercepat rencana peningkatan jumlah tahun seseorang harus bekerja untuk mendapatkan pensiun penuh, telah menarik banyak orang dalam aksi unjuk rasa yang diselenggarakan oleh serikat pekerja sejak Januari.

Sebagian besar dilakukan secara damai tetapi kemarahan meningkat sejak pemerintah berhasil lolos dalam pemungutan suara di majelis rendah parlemen, meski tidak memiliki mayoritas mutlak dan tidak yakin mendapatkan dukungan yang cukup.

Tujuh malam terakhir aksi demonstrasi telah terjadi di Paris dan kota-kota lain dengan membakar tempat sampah dan bentrokan dengan polisi.

Gelombang protes terbaru merupakan tantangan paling serius terhadap otoritas presiden sejak pemberontakan "Rompi Kuning" empat tahun lalu.

"Jalanan memiliki legitimasi di Prancis. Jika Tuan Macron tidak dapat mengingat kenyataan bersejarah ini, saya tidak tahu apa yang dia lakukan di sini," kata pekerja acara hiburan berusia 42 tahun Willy Mancel pada rapat umum Nantes.

Kehilangan hari gajian saat mogok berdampak pada saat inflasi tinggi, dan pemerintah akan berharap bahwa aksi protes dan pemogokan pada akhirnya kehilangan kekuatannya.

Menteri Tenaga Kerja Prancis Olivier Dussopt mengatakan pemerintah tidak menyangkal masalah tersebut tetapi ingin melanjutkan.

Baca Juga: Ibu Negara Prancis Gagal dalam Gugatan soal Dirinya Dituduh Transgender
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!