Anggota NATO Harus Persenjatai Ukraina untuk Jangka Panjang

Kamis, 23 Maret 2023 - 18:58 WIB
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev juga mengatakan dia memperkirakan konflik yang berlarut-larut.

Membahas konfrontasi antara negara-negara Barat dan Rusia, dia mengatakan, "Tahun-tahun, bahkan dekade mendatang tidak akan tenang."

Tapi tidak seperti Stoltenberg, Medvedev menyalahkan negara-negara Barat atas permusuhan tersebut.

"Dunia Anglosaxon tidak dapat mentolerir Rusia yang berdaulat yang kebijakannya tidak dapat lagi dipengaruhi seperti pada tahun 1990-an,” ujar dia dalam wawancara yang dirilis pada Rabu.

Dia mengklaim tujuan Barat adalah memecah Rusia menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, yang kemudian dapat didemiliterisasi dan dieksploitasi.

“Beberapa dari mereka bahkan dapat bergabung dengan NATO, terutama jika mereka setuju untuk berbagi kekayaan alam kita,” ujar Medvedev.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!