Meski ICC Keluarkan Surat Penangkapan, Putin Masih Bisa Kunjungi Negara-negara Besar
Minggu, 19 Maret 2023 - 09:17 WIB
Ukraina juga bukan penandatangan pengadilan di Den Haag tetapi memberikan yurisdiksi ICC untuk menyelidiki kejahatan perang yang dilakukan di wilayahnya. Kiev mengatakan bahwa lebih dari 16.000 anak Ukraina telah dideportasi ke Rusia sejak awal perang dengan banyak yang diduga ditempatkan di institusi dan panti asuhan.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Newsweek bahwa Kremlin dalam beberapa kasus memutuskan komunikasi dengan keluarga dan wali anak-anak, dan belum memberikan daftar pendaftaran mereka yang telah dipindahkan dan dideportasi.
"Kami akan terus menekan Moskow untuk bekerja sama dalam pelacakan keluarga dan memfasilitasi reunifikasi, yang dimulai dengan memberikan akses ke organisasi internasional dan pengamat luar yang independen," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari outlet yang berbasis di AS itu, Minggu (19/3/2023).
Pernyataan itu mengatakan bahwa pemindahan paksa, pendidikan ulang, dan adopsi anak-anak Ukraina adalah bagian dari upaya Kremlin untuk menyangkal dan menekan identitas, sejarah, serta budaya Ukraina.
"Dampak yang menghancurkan dari perang agresi Rusia yang gagal akan dirasakan untuk generasi mendatang," tambah Departemen Luar Negeri AS.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia tidak mengakui yurisdiksi ICC dan, oleh karena itu, keputusan semacam itu batal demi hukum.
Baca Juga: ICC Perintahkan Penangkapan Putin, Kremlin: Sangat Keterlaluan!
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Newsweek bahwa Kremlin dalam beberapa kasus memutuskan komunikasi dengan keluarga dan wali anak-anak, dan belum memberikan daftar pendaftaran mereka yang telah dipindahkan dan dideportasi.
"Kami akan terus menekan Moskow untuk bekerja sama dalam pelacakan keluarga dan memfasilitasi reunifikasi, yang dimulai dengan memberikan akses ke organisasi internasional dan pengamat luar yang independen," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan seperti dilansir dari outlet yang berbasis di AS itu, Minggu (19/3/2023).
Pernyataan itu mengatakan bahwa pemindahan paksa, pendidikan ulang, dan adopsi anak-anak Ukraina adalah bagian dari upaya Kremlin untuk menyangkal dan menekan identitas, sejarah, serta budaya Ukraina.
"Dampak yang menghancurkan dari perang agresi Rusia yang gagal akan dirasakan untuk generasi mendatang," tambah Departemen Luar Negeri AS.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia tidak mengakui yurisdiksi ICC dan, oleh karena itu, keputusan semacam itu batal demi hukum.
Baca Juga: ICC Perintahkan Penangkapan Putin, Kremlin: Sangat Keterlaluan!
(ian)
Lihat Juga :