Menolak Bersumpah Satu China, Perwakilan Taiwan Tinggalkan Hong Kong
Jum'at, 17 Juli 2020 - 19:17 WIB
Perwakilan Taiwan meninggalkan Hong Kong setelah menolak untuk bersumpah Satu China. Foto/Ilustrasi
HONG KONG - Situs berita Up Media melaporkan pejabat tinggi perwakilan Taiwan untuk Hong Kong kembali ke negaranya setelah menolak menandatangani pernyataan yang mendukung prinsip "Satu China." Ini adalah contoh terbaru dari penegakan kebijakan China yang ketat di kota itu.
"Kao Ming-tsun, penjabat kepala Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Hong Kong, kembali ke Taiwan pada hari Kamis setelah pihak berwenang Hong Kong tidak memperbarui visanya," kata Up Media mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya di agensi tersebut yang dinukil Bloomberg, Jumat (17/7/2020).(Baca: Protes Sanksi Terkait Hong Kong, China Panggil Dubes AS )
Kepala kantor itu secara resmi telah dilarang menduduki jabatannya selama dua tahun karena masalah yang berkaitan dengan visa.
Seorang juru bicara kementerian luar negeri China mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak mengetahui tentang insiden visa ini.
"'One China' adalah fakta dan diakui oleh komunitas internasional, jadi bagaimana mungkin beberapa orang di Taiwan mengatakan itu adalah hambatan politik yang tidak perlu?" kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.
Sementara seorang juru bicara pemerintah Hong Kong merujuk permintaan informasi ke Departemen Imigrasi, yang mengatakan tidak mengomentari kasus individu. Kantor Urusan Daratan di Taipei tidak menjawab panggilan telepon untuk dimintai konfirmasi terkait laporan Up Media.(Baca: Pelajar Hong Kong Dilarang Terlibat Aktivitas Politik )
"Kao Ming-tsun, penjabat kepala Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taipei di Hong Kong, kembali ke Taiwan pada hari Kamis setelah pihak berwenang Hong Kong tidak memperbarui visanya," kata Up Media mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya di agensi tersebut yang dinukil Bloomberg, Jumat (17/7/2020).(Baca: Protes Sanksi Terkait Hong Kong, China Panggil Dubes AS )
Kepala kantor itu secara resmi telah dilarang menduduki jabatannya selama dua tahun karena masalah yang berkaitan dengan visa.
Seorang juru bicara kementerian luar negeri China mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak mengetahui tentang insiden visa ini.
"'One China' adalah fakta dan diakui oleh komunitas internasional, jadi bagaimana mungkin beberapa orang di Taiwan mengatakan itu adalah hambatan politik yang tidak perlu?" kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying.
Sementara seorang juru bicara pemerintah Hong Kong merujuk permintaan informasi ke Departemen Imigrasi, yang mengatakan tidak mengomentari kasus individu. Kantor Urusan Daratan di Taipei tidak menjawab panggilan telepon untuk dimintai konfirmasi terkait laporan Up Media.(Baca: Pelajar Hong Kong Dilarang Terlibat Aktivitas Politik )
Lihat Juga :