Rusia Balas Dendam, Gempur Ukraina dengan 81 Rudal

Kamis, 09 Maret 2023 - 19:49 WIB
Perusahaan listrik negara Ukraina, Energoatom, dalam sebuah pernyataan mengatakan serangan udara Rusia berskala besar merusak infrastruktur yang telah mengalirkan listrik ke PLTN Zaporizhzhia.

"Hubungan terakhir antara Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang diduduki dan sistem listrik Ukraina terputus," kata Energoatom.

Perusahaan itu mengatakan reaktor kelima dan keenam telah dimatikan dan tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan pabrik dipasok oleh 18 generator diesel, yang memiliki cukup bahan bakar untuk 10 hari.

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengeluarkan peringatan keras tentang bahaya serangan Rusia di dekat PLTN terbesar Eropa tersebut.

"Bagaimana kita bisa duduk di sini di ruangan ini, pagi ini, dan membiarkan ini terjadi?" katanya.

“Ini tidak bisa dilanjutkan. Apa yang kita lakukan untuk mencegah hal ini terjadi? Kami adalah IAEA. Kita dimaksudkan untuk peduli dengan keselamatan nuklir," ujarnya.

“Setiap kali kami melempar dadu. Dan jika kita membiarkan ini terus berlanjut dari waktu ke waktu maka suatu hari keberuntungan kita akan habis.”

Mykhailo Podolyak, seorang pembantu Presiden Zelensky, mengatakan militer Rusia telah melancarkan serangan rudal besar-besaran pada malam hari, saat orang-orang sedang tidur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!