7 Negara yang Izinkan Personel Militer Transgender Bertugas Secara Terbuka
Senin, 06 Maret 2023 - 15:17 WIB
5. Jerman
Meskipun Jerman baru melegalkan pernikahan sesama jenis pada akhir Juni 2017, namun mereka telah mengizinkan kaum LGBT untuk bertugas di militer selama bertahun-tahun.
Tepatnya pada tahun 1990, Jerman pertama kali mengizinkan kaum gay untuk bertugas di angkatan bersenjata, yang dikenal sebagai Bundeswehr. Kemudian pada tahun 2000, Berlin menghapus larangan anggota layanan LGBT menjadi seorang perwira.
6. Swedia
Angkatan Bersenjata Swedia dianggap sebagai salah satu yang paling progresif dalam hal inklusi LGBT. Hal ini dimulai ketika anggota Parlemen Swedia mengesahkan Undang-Undang Diskriminasi pada tahun 2008.Personel Angkatan Bersenjata Swedia seperti Mayor Alexandra Larsson merupakan seorang transgender. Dia telah dilindungi secara hukum dari diskriminasi berdasarkan identitas dan ekspresi gender.
7. Israel
Sejak 1993, Israel telah mengizinkan orang-orang LGBT secara terbuka untuk bertugas di Pasukan Pertahanan Israel. Shachar Erez merupakan tentara transgender pertama yang kini telah menjadi advokat internasional untuk hak transgender bagi personel militer.Erez melakukan perjalanan ke Kanada pada April 2017 dan bertemu dengan pejabat senior Pasukan Kanada untuk membahas kebijakan Kanada tentang masalah transgender di militer.
Selain tujuh negara tersebut, ada juga beberapa negara lain yang memperbolehkan transgender untuk bertugas secara terbuka di militer, seperti Austria, New Zealand, Australia, Brasil, Chile, Prancis, dan Finlandia.
(min)