Perempuan Cantik Iran Dihukum Cambuk, AS Merasa Terganggu
Jum'at, 17 Juli 2020 - 09:04 WIB
"Tiba-tiba saya diserang dari belakang dan ditangkap setelah dipukuli dengan kejam," kata Mary Mohammadi dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya English. (Baca: Iran Bakal Eksekusi Mati 3 Demonstran, Didakwa Memusuhi Tuhan )
Perempuan ini kemudian didakwa dengan mengganggu ketertiban umum dengan berpartisipasi dalam demonstrasi ilegal.
Itu bukan pertama kalinya Mary Mohammadi ditahan oleh penegak hukum Iran. Pada 2019, dia yang kepanasan di bus umum di Teheran melepas jibabnya. Seorang penumpang lain memperhatikannya.
"Tiba-tiba, saya dihadapkan dengan seorang wanita yang berteriak pada saya untuk mengenakan jilbab saya kembali," katanya, yang menambahkan bahwa dia mengabaikan seruan yang berulang kali dari wanita itu.
"Akhirnya dia menyerang saya dan membuat wajah saya berdarah, sampai-sampai darah saya ada di bawah kukunya," katanya.
Ketika polisi terlibat, Mary Mohammadi ditahan selama beberapa jam dan dituduh sebagai tersangka penyerang.
"Wanita itu bertindak keras karena dia tahu rezim ada 100 persen di belakangnya," katanya.
Perempuan ini kemudian didakwa dengan mengganggu ketertiban umum dengan berpartisipasi dalam demonstrasi ilegal.
Itu bukan pertama kalinya Mary Mohammadi ditahan oleh penegak hukum Iran. Pada 2019, dia yang kepanasan di bus umum di Teheran melepas jibabnya. Seorang penumpang lain memperhatikannya.
"Tiba-tiba, saya dihadapkan dengan seorang wanita yang berteriak pada saya untuk mengenakan jilbab saya kembali," katanya, yang menambahkan bahwa dia mengabaikan seruan yang berulang kali dari wanita itu.
"Akhirnya dia menyerang saya dan membuat wajah saya berdarah, sampai-sampai darah saya ada di bawah kukunya," katanya.
Ketika polisi terlibat, Mary Mohammadi ditahan selama beberapa jam dan dituduh sebagai tersangka penyerang.
"Wanita itu bertindak keras karena dia tahu rezim ada 100 persen di belakangnya," katanya.
Lihat Juga :