Perempuan Cantik Iran Dihukum Cambuk, AS Merasa Terganggu

Jum'at, 17 Juli 2020 - 09:04 WIB
Sejak Revolusi Islam 1979 pecah di Iran, pemerintah telah mengamanatkan pengenaan penutup kepala di tempat-tempat umum bagi semua perempuan.

Universitas-universitas di Iran telah menolak untuk menerima Mary Mohammadi sebagai mahasiswi, sebuah penolakan yang katanya sebagian karena penangkapannya.

"Sejak kecil, memiliki pendidikan tinggi adalah salah satu impian terbesar saya, tetapi rezim Islam (Iran) secara resmi merampas hak ini," katanya.

Sekarang Mary Mohammadi menyalurkan hasratnya untuk pendidikan dalam menyebarkan pengetahuan tentang hak asasi manusia di Iran.

"Di Iran, setiap detik dari siklus berita menghasilkan bentuk ketidakadilan yang baru," katanya.

Mary Mohammadi mengatakan dia akan terus berbicara meski menghadapi hukuman cambuk dan hukuman penjara, yang ditangguhkan selama pandemi virus corona baru (Covid-19). "Saya mungkin masih harus menanggung hukuman mengingat kegiatan saya saat ini."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!