AS Cs Tandai Peringatan Kudeta Myanmar dengan Sanksi Baru

Rabu, 01 Februari 2023 - 13:14 WIB
John Sifton, direktur advokasi Asia untuk Human Rights Watch, mengatakan bahwa bahkan dengan tindakan terbaru, AS masih belum dapat menandingi sanksi yang lebih kuat yang dijatuhkan oleh Uni Eropa, terutama dalam hal pendapatan gas alam dan bank yang memproses pembayaran luar negeri untuk sektor ekstraktif.

"Akibatnya, langkah-langkah yang diambil sejauh ini belum cukup membebani junta untuk memaksanya mengubah perilakunya," kata Sifton dalam sebuah pernyataan.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer melancarkan kudeta pada 2021. Jenderal tinggi Myanmar memimpin kudeta pada Februari 2021 setelah lima tahun pembagian kekuasaan yang penuh ketegangan di bawah sistem politik semi-sipil yang diciptakan oleh militer, yang menyebabkan satu dekade perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sejak itu gerakan perlawanan berhadap-hadapan dengan militer di berbagai front setelah tindakan keras berdarah terhadap lawan politiknya yang membuat Barat kembali memberlakukan sanksi terhadap Myanmar.

Baca: Penyintas Genosida Rohingya Seret Myanmar ke Meja Hijau
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!