PBB: ISIS Telanjangi dan Lelang Gadis bak Hewan Ternak
Sabtu, 09 Mei 2015 - 11:44 WIB
PBB: ISIS Telanjangi dan Lelang Gadis bak Hewan Ternak
A
A
A
MOSUL - PBB mengungkap perdagangan manusia yang dilakukan ISIS secara keji. Menurut Perwakilan Khusus PBB, ISIS menelajangi dan melelang anak-anak dan gadis layaknya hewan ternak.
Zainab Bangura, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kekerasan Seksual di Area Konflik, mengatakan bahwa, dia telah melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk menolong korban perdagangan manusia yang dilakukan ISIS.
Zainab mencontohkan, salah satu korban yang dia tolong, yakni seorang gadis yang dipaksa melayani nafsu militan Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) hingga lebih dari 20 kali. Perempuan itu, kata Zainab, terpaksa menjalani operasi.
Menurut Zainab, ISIS menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata teror. ”Gadis-gadis secara harfiah ditelanjangi dan diperiksa di pasar-pasar budak,” katanya. ”Mereka dikirim untuk wilayah Dohuk atau Mosul atau lokasi lain yang akan didistribusikan pada para pemimpin dan militan ISIS.”
Zainab, seperti dilansir Mirror, semalam (8/5/2015), menambahkan bahwa anak yang lahir dari perkosaan akan menjadi generasi tanpa kewarganegaraan yang akhirnya direkrut ISIS.
Perjalanan Zainab ke Timur Tengah untuk misi itu berlangsung 16-29 April 2015. Dia menjelajahi wilayah Suriah, Irak, serta negara-negara tetangga seperti Turki, Libanon dan Yordania. Di berbagai negara itulah, Zainab bertemu langsung dengan perempuan yang lolos dari penyanderaan dan selamat dari kekerasan seksual yang dilakukan ISIS.
Zainab Bangura, Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kekerasan Seksual di Area Konflik, mengatakan bahwa, dia telah melakukan perjalanan ke Timur Tengah untuk menolong korban perdagangan manusia yang dilakukan ISIS.
Zainab mencontohkan, salah satu korban yang dia tolong, yakni seorang gadis yang dipaksa melayani nafsu militan Islamic of State Iraq and Syria (ISIS) hingga lebih dari 20 kali. Perempuan itu, kata Zainab, terpaksa menjalani operasi.
Menurut Zainab, ISIS menggunakan kekerasan seksual sebagai senjata teror. ”Gadis-gadis secara harfiah ditelanjangi dan diperiksa di pasar-pasar budak,” katanya. ”Mereka dikirim untuk wilayah Dohuk atau Mosul atau lokasi lain yang akan didistribusikan pada para pemimpin dan militan ISIS.”
Zainab, seperti dilansir Mirror, semalam (8/5/2015), menambahkan bahwa anak yang lahir dari perkosaan akan menjadi generasi tanpa kewarganegaraan yang akhirnya direkrut ISIS.
Perjalanan Zainab ke Timur Tengah untuk misi itu berlangsung 16-29 April 2015. Dia menjelajahi wilayah Suriah, Irak, serta negara-negara tetangga seperti Turki, Libanon dan Yordania. Di berbagai negara itulah, Zainab bertemu langsung dengan perempuan yang lolos dari penyanderaan dan selamat dari kekerasan seksual yang dilakukan ISIS.
(mas)