Bombardir Yaman Dicap Prestasi 100 Hari Kerja Raja Saudi

Senin, 04 Mei 2015 - 13:54 WIB
Bombardir Yaman Dicap...
Bombardir Yaman Dicap Prestasi 100 Hari Kerja Raja Saudi
A A A
RIYADH - Pencapaian 100 hari kerja Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz sejak naik takhta 23 Januari 2015 dianggap penuh prestasi. Termasuk di antaranya tentang keputusannya dalam membombardir Yaman guna memerangi milisi Houthi.

Saudi di bawah kepemimpinan Raja Salman memimpin Koalisi Teluk untuk melakukan agresi militer terhadap milisi Houthi di Yaman sejak 26 Maret 2015. Agresi dengan nama “Operation Decisive Storm” itu dianggap salah satu resolusi bersejarah Saudi.

Selain soal keputusan menyerang Yaman, Raja Salman, yang merupakan raja ketujuh Saudi ini telah mengeluarkan lebih dari 60 keputusan Kerajaan dalam tempo tiga bulan terakhir. Raja Salman telah me-reshuffle kabinet sebanya dua kali dalam 100 hari kerja dengan klaim untuk mendapatkan pejabat yang berkualitas.

Bukan hanya dari internal Saudi yang memuji 100 hari kerja Raja Salman. Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, ikut-ikutan memuji. ”Raja Salman telah dalam 10 hari telah mencapai tugas-tugasnya yang oleh pemimpin baru biasanya dicapai dalam 100 hari,” puji Ban Ki-moon, seperti dilansir Arab News, Senin (4/5/2015).

Sejak dilanti, Raja Salman membatalkan 12 komite khusus dan dewan-dewan lain, termasuk Dewan Keamanan Nasional dan menggantinya dengan Dewan Politik dan Keamanan serta Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan.

Dia juga menggelontorkan 110 miliar Riyal Saudi untuk meningkatkan fasilitas pelayanan publik di Saudi. Keputusan yang terbaru, adalah mengganti putra mahkota Kerajaan Saudi. Sebelumnya, putra mahkota Saudi adalah Pangeran Muqrin. Tapi, Raja Salman menunjuk keponakannya, Pangeran Mohammed bin Nayef sebagai putra mahkota baru di Kerajaan Saudi.

Sedangkan kebijakan Raja Salman yang fenomenal adalah saat dia membagi-bagikan bonus dua bula gaji kepada pensiunan, pegawai pemerintah dan penerima manfaat asuransi sosial. Dia juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa Saudi di luar negeri.
(mas)
Berita Terkait
Yaman Umumkan Pembentukan...
Yaman Umumkan Pembentukan Pemerintahan Baru
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Balas Dendam, Arab Saudi...
Balas Dendam, Arab Saudi Mengamuk di Yaman
Saudi Berhasil Bersihkan...
Saudi Berhasil Bersihkan 400.000 Ranjau Darat di Yaman
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Benarkah Arab Saudi...
Benarkah Arab Saudi dan Yaman Berperang? Simak Penjelasannya
Berita Terkini
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
17 menit yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
1 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
2 jam yang lalu
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
2 jam yang lalu
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
3 jam yang lalu
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
5 jam yang lalu
Infografis
Rudal Houthi Serang...
Rudal Houthi Serang Israel, Israel Balas Bombardir Yaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved