Pertama Kali, Saudi Cs Kerahkan Pasukan Darat di Yaman

Senin, 04 Mei 2015 - 09:20 WIB
Pertama Kali, Saudi...
Pertama Kali, Saudi Cs Kerahkan Pasukan Darat di Yaman
A A A
ADEN - Arab Saudi yang memimpin Koalisi Teluk dalam memerangi pemberontak Houthi di Yaman dilaporkan telah mengerahkan pasukan darat secara terbatas di Aden pada hari Minggu. Pengerahan pasukan darat itu merupakan yang pertama kali sejak agresi terhadap Houthi di Yaman diluncurkan Saudi dan anggota Koalisi Teluk 26 Maret lalu.

Pihak Koalisi Teluk melalui juru bicaranya membantah telah mengerahkan pasukan darat ke Yaman. Mereka menolak mengomentari bahwa operasi darat sedang berlangsung.

Namun pemerintah dan milisi pasukan Yaman mengatakan bahwa, lusinan tentara darat telah muncul di kota utama di wilayah Yaman selatan. Beberapa sumber juga mengatakan, bahwa pasukan darat itu beroperasi untuk membantu merebut bandara internasional di Yaman.

Wartawan AFP mengaku melihat beberapa orang di sekitar bandara mengenakan pakaian ala militer, mengenakan helm dan membawa persenjataan canggih. ”Pasukan koalisi secara terbatas masuk ke Aden dan kekuatan lainnya sedang dalam perjalanan ke kota pelabuhan,” seorang pejabat pemerintah Yaman di Aden yang berbicara dengan syarat anonimitas.

Aden menjadi pusat kekuatan pasukan Houthi dan sekutunya sejak Koalisi Teluk melakukan serangan udara nyaris tanpa henti 26 Maret 2015 lalu. Houthi menyerbu Aden, tempat terakhir presiden sah Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi mengungsi sebelum akhirnya meminta perlindungan Arab Saudi.

Salah satu sumber milisi Yaman mengatakan sekitar 30 tentara dari Koalisi Teluk telah dikerahkan untuk ”mengawasi” operasi militer untuk merebut kembali bandara.

Juru bicara Koalisi Teluk, Brigadir Jenderal Ahmed Asseri membantah pengerahan pasukan darat di Aden. ”Saya dapat meyakinkan Anda bahwa tidak ada pasukan (koalisi) yang diterjunkan tanah Aden hari ini,” katanya kepada kantor berita Arab, Al-Ekhbariya, Senin (4/5/2015).

Namun dalam komentarnya kepada Al-Jazeera, Asseri mengatakan bahwa "semua opsi terbuka".”Kepemimpinan koalisi tidak akan mengampuni setiap upaya untuk mendukung ketahanan (Houthi) dan meraih hasil positif di lapangan,” katanya.
(mas)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
30 menit yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
1 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
1 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
3 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
3 jam yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved