Iran Usulkan Perdamaian di Yaman, Saudi Tanggapi Dingin
Selasa, 14 April 2015 - 20:35 WIB
Iran Usulkan Perdamaian di Yaman, Saudi Tanggapi Dingin
A
A
A
ADEN - Pemerintah Iran mengusulkan rencana perdamaian di Yaman dan menyerukan diakhirinya serangan udara Arab Saudi berserta koalisi Teluk. Sebuah usulan yang tak mendapat respon balik dari Saudi.
Berbicara di Madrid, Spanyol, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengajukan proposal perdamaian yang meliputi gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, dan dialog antara faksi-faksi di Yaman dengan pemerintah.
"Masalah ini harus diselesaikan oleh Yaman. Iran dan Arab Saudi perlu bicara, tapi kita tidak bisa bicara untuk menentukan masa depan Yaman," kata Zarif dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/4).
Menurut Zarif, serangan udara bukan jawaban atas konflik yang terjadi di Yaman. Satu hari sebelumnya, Zarif telah menyerukan pembentukan pemerintahan baru di Yaman dan menawarkan untuk membantu dalam transisi politik.
Seruan Zarif itu jelas membuat Saudi tidak senang. Mengingat hingga kini negara eksportir minyak terbesar di dunia tersebut masih melindungi pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dan terus berupaya mengembalikan kekuasaannya.
Berbicara di Madrid, Spanyol, Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengajukan proposal perdamaian yang meliputi gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, dan dialog antara faksi-faksi di Yaman dengan pemerintah.
"Masalah ini harus diselesaikan oleh Yaman. Iran dan Arab Saudi perlu bicara, tapi kita tidak bisa bicara untuk menentukan masa depan Yaman," kata Zarif dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/4).
Menurut Zarif, serangan udara bukan jawaban atas konflik yang terjadi di Yaman. Satu hari sebelumnya, Zarif telah menyerukan pembentukan pemerintahan baru di Yaman dan menawarkan untuk membantu dalam transisi politik.
Seruan Zarif itu jelas membuat Saudi tidak senang. Mengingat hingga kini negara eksportir minyak terbesar di dunia tersebut masih melindungi pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dan terus berupaya mengembalikan kekuasaannya.
(esn)